Berita

jokowi-khofifah/net

Politik

Rangkul Khofifah, Jokowi Cerdas

SABTU, 03 MEI 2014 | 21:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi menunjuk Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjadi jurubicara timnya pada pemilihan presiden mendatang. Pakar politik Muhammad AS Hikam menilai penunjukan tersebut sebagai langkah politik yang cerdas dari Jokowi.

"Langkah ini akan membuat suara warga Muslimat NU di negeri ini solid mendukung Jokowi dalam Pilpres Juli nanti," kata Hikam (Sabtu, 3/5).

Hikam melihat Khofifah adalah tokoh yang saat ini paling kharismatik dan mampu memobilisir voting kaum perempuan NU. Bukan hanya Muslimat, tetapi juga Fatayat dan IPPNU, bahkan PMII dan ISNU. Selain itu, KIP juga bahkan memiliki daya tarik yang sangat kuat di luar NU. Dalam analisa Hikam, dukungan Muslimat NU adalah capaian strategis karena pemilih perempuan mayoritas di negeri ini, dan khususnya suara kaum perempuan NU sangat solid serta cenderung 'en-bloc' mengikuti pimpinannya.


"Memegang KIP (Khofifah Indar Parawansa) adalah kunci paling utama untuk menangguk suara Muslimat NU, sebab sebagai Ketua Umum underbouw NU, KIP jelas memiliki pengaruh besar sebagai vote getter sampai ke tingkat akar rumput," papar Hikam.

Lebih lanjut Hikam memperkirakan keberhasilan Jokowi merangkul Khofifah dan apalagi menjadikan Mahfud MD sebagai cawapresnya, akan membuat dukungan kaum Nahdliyyin kepada Jokowi akan sangat solid. Bahkan bisa lebih solid dibanding ketika mantan Ketua PBNU, Hasyim Muzadi dan mantan Ketua NU Solahuddin Wahid menjadi capres pada 2004.

Kalaupun masih ada kantong-kantong Nahdliyin di PPP, menurut Hikam, tampaknya pengaruhnya sangat kecil. Apalagi jika kubu PPP yang bersimpang jalan dengan Suryadharma Ali memberikan dukungan kepada Jokowi. Sebab kubu anti-SDA juga terdiri atas tokoh-2 NU baik di pusat maupun daerah. Belum lagi jika diperhitungkan fajta bhwa Pilpres adalah soal figur, bukan partai. Pendukung PPP dari NU, termasuk Muslimat tentunya, akan lebih cenderung mengikuti KIP.

"Jokowi tampaknya sangat serius melakukan komunikasi politik kepada ormas Islam terbesar di Indonesia ini. Dan keberhasilan beliau menjadikan KIP sebagai jubir akan sangat memerkuat posisinya bukan saja di kalangan NU tetapi juga utuk voters keum perempuan secara umum," ulas Hikam dalam akun facebooknya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya