Berita

jokowi-rr/rmol

Politik

PILPRES 2014

Pemuda Semarang Dukung Duet Jokowi-RR

SABTU, 03 MEI 2014 | 19:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Joko Widodo alias Jokowi merupakan sosok pemimpin yang sederhana, bersih dan memberi harapan besar mewujudkan kedaulatan rakyat melalui cita-cita politik Tri Sakti Bung Karno. Namun, potensi kepemimpinan model Jokowi yang menjadi harapan baru masyarakat itu, akan lemah atau bahkan sirna begitu saja jika dia salah pilih dalam menentukan cawapres pendampingnya.

"Cawapres Jokowi haruslah tokoh yang sama dalam hal kesederhanaan, bersih dari Korupsi dan  mampu menjadi pelengkap Jokowi dalam mewujudkan kedaulatan rakyat," kata Ketua Forum Pemuda Semarang Rudi Irnawan dalam keterangannya kepada redaksi (Sabtu, 3/5).

Menurut dia, ekonom senior yang juga tokoh perubahan nasional Rizal Ramli (RR) memiliki kriteria dan kategori yang pas sebagai cawapres Jokowi. Dengan konsistensi pemikiran dan gerakannya selama ini, RR dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kedaulatan ekonomi bangsa melalui gerakan anti neoliberalisme.


"Jika disandingkan dengan tokoh-tokoh yang selama ini muncul dipermukaan sebagai cawapres Jokowi, maka yang jelas mampu mewujudkan kedaulatan rakyat dengan sesungguhnya, bukan penuh kepura-puraan adalah sosok sekaliber Bapak Rizal Ramli," paparnya.

Dia mengatakan RR yang pernah menjadi Menteri Perekonomian pada era Pemerintahan Gus Dur dan sejak beberapa tahun lalu menjadi penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa, merupakan sosok yang punya pengalaman dan jaringan internasional yang cukup luas. Karenanya sudah tentu akan mampu menata kondisi bangsa yang salah kelola ini dan mampu bernegosiasi dari tekanan internasional demi mewujudkan perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang saat ini dirusak oleh berbagai kasus korupsi dan tekanan-tekanan dunia internasional.

"Untuk itu Forum Pemuda Semarang menyatakan mendukung Jokowi-Rizal Ramli sebagai Capres dan Cawapres pada pilpres 2014 mendatang," demikian Rudi.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya