Berita

net

Olahraga

Menpora Apresiasi Gagasan Sri Edi Swasono Dalam Buku Terbarunya

SABTU, 03 MEI 2014 | 16:35 WIB | LAPORAN:

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengapresiasi lahirnya buku terbaru dari Prof Sri Edi Swasono berjudul "Kedaulatan, Kebangsaan, Kerakyatan: Mengisi Kemerdekaan" yang diluncurkan di Ruang Ki Sarino Mangun Pranoto, Kampus 1 Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta, kemarin (Jumat, 2/5).

Buku tersebut diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014.

"Saya bangga dan memberikan apresiasi dengan di luncurkan buku ini. Buku ini menarik di baca untuk para pemuda di Indonesia. Alhamdulillah saya bersyukur kehadiran buku yang berisikan tulisan Sri Edi Swasono yang banyak di kolom media. Ini menjadi salah satu penggerak pendidikan pemuda sekarang dan menggugah semangat pemuda kita. Atas nama pemerintah kami senang dengan launching buku ini," kata Roy dalam rilisnya.
 

 
Sementara itu Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Adipati Aryo Pakualam IX menambahkan bahwa pendidikan merupakan bidang yang sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas suatu bangsa.

"Kita harus ingat pejuang pendidikan Indonesia yakni, Ki Hajar Dewantoro, sebagai penerus bangsa kita harus siap meneruskan perjuangannya. Bangsa Indonesia perlu mewarisi buah pikirannya tentang pendidikan untuk kemajuan bangsa. Dengan semangat pendidikan, mari kita semua bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia. Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peluncuran buku ini," kata Pakualam IX.

Di sisi lain menurut Sri Edi Swasono, buku tersebut ditulis untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri.

"Terima kasih kepada semua peserta yang hadir di sini, termasuk Wakil Gubernur Sri Pakualaman IX dan Menpora Roy Suryo. Semoga buku ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menjadi bangsa mandiri yang berkedaulatan, berkebangsaan, Kerakyatan," kata Edi Swasono

Banyak karya, pengalaman, serta penghargaan yang dihasilkan dari kerja Edi Swasono. Karya-karyanya antara lain adalah Terobosan Kultural (1986), Demokrasi Ekonomi: Keterkaitan Usaha Partisipasi VS Konsentrasi Ekonomi (1988), Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi (1991), dan Menuju Pembangunan Perekonomian Rakyat (1998). [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya