Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen (Purn) Marciano Norman secara resmi membuka Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia. Perhelatan akbar ini diselenggarakan di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat (Jumat, 2/5).
Kejuaraan ini akan mempertandingkan cabang kyorugi yang akan dikuti oleh 437 atlet dan poomsae 78 atlet, baik kelas junior maupun senior. Peserta Kejurnas ini berasal dari 32 provinsi.
Dalam sambutannya, Ketum PBTI menyatakan, kejuaraan nasional (Kejurnas) ini adalah event nasional tertinggi Taekwondo Indonesia. Ia menyambut baik semangat dan antusiasme seluruh Pemprov yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini.
Kejurnas kali ini dipandangnya sangat penting sebagai salah satu parameter untuk mengukur sejauh mana output keberhasilan pembinaan dan prestasi yang menjadi program setiap pengurus di daerah.
"Atlet yang turun di Kejurnas ini merupakan atlet pilihan yang berasal dari program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Para taekwondoin pilihan ini adalah atlet-atlet yang telah diuji kemampuannya di berbagai kompetisi, baik itu Kejurda, Porprov dan berbagai
open turnamen yang diselenggarakan oleh pengurus daerah," ujar Marciano.
Ia optimis melihat potensi dan kemampuan para atlet yang mewakili masing-masing daerah dapat melahirkan regenerasi atlet taekwondo berkualitas.
"Hal ini penting saya kemukakan karena bagi PBTI, hasil Kejurnas ini akan mempermudah jalan untuk memetakan dan memproyeksikan kualitas timnas Taekwondo Indonesia yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," ungkap Ketum PBTI.
Dengan ketersediaan sumber daya atlet yang bermutu dan melimpah ini, lanjut Marciano, akan mendorong terjadinya kompetisi yang berkualitas dan menjunjung tinggi sportivitas. Atmosfir persaingan yang sehat inilah, yang akan mempermudah jalan bagi tim
talent scouting PBTI, dalam melakukan proses penjaringan dan seleksi.
[wid]