Berita

foto:net

Olahraga

Marciano Norman: Kejurnas Tolak Ukur Kualitas Timnas Taekwondo Indonesia

JUMAT, 02 MEI 2014 | 20:33 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen (Purn) Marciano Norman secara resmi membuka Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia. Perhelatan akbar ini diselenggarakan di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat (Jumat, 2/5).

Kejuaraan ini akan mempertandingkan cabang kyorugi yang akan dikuti oleh 437 atlet dan poomsae 78 atlet, baik kelas junior maupun senior. Peserta Kejurnas ini berasal dari 32 provinsi.

Dalam sambutannya, Ketum PBTI menyatakan, kejuaraan nasional (Kejurnas) ini adalah event nasional tertinggi Taekwondo Indonesia. Ia menyambut baik semangat dan antusiasme seluruh Pemprov yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini.


Kejurnas kali ini dipandangnya sangat penting sebagai salah satu parameter untuk mengukur sejauh mana output keberhasilan pembinaan dan prestasi yang menjadi program setiap pengurus di daerah.

"Atlet yang turun di Kejurnas ini merupakan atlet pilihan yang berasal dari program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Para taekwondoin pilihan ini adalah atlet-atlet yang telah diuji kemampuannya di berbagai kompetisi, baik itu Kejurda, Porprov dan berbagai open turnamen yang diselenggarakan oleh pengurus daerah," ujar Marciano.

Ia optimis melihat potensi dan kemampuan para atlet yang mewakili masing-masing daerah dapat melahirkan regenerasi atlet taekwondo berkualitas.

"Hal ini penting saya kemukakan karena bagi PBTI, hasil Kejurnas ini akan mempermudah jalan untuk memetakan dan memproyeksikan kualitas timnas Taekwondo Indonesia yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," ungkap Ketum PBTI.

Dengan ketersediaan sumber daya atlet yang bermutu dan melimpah ini, lanjut Marciano, akan mendorong terjadinya kompetisi yang berkualitas dan menjunjung tinggi sportivitas. Atmosfir persaingan yang sehat inilah, yang akan mempermudah jalan bagi tim talent scouting PBTI, dalam melakukan proses penjaringan dan seleksi.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya