Pendidikan merupakan kunci peradaban Indonesia yang lebih baik. Karenanya presiden mendatang wajib memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan.
Demikian disampaikan Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini, di Jakarta (Jumat, 2/5).
Menurut Cak Ali, demikian Ali Masykur Musa disapa, saat ini dunia sedang mencari keseimbangan. Di tengah maraknya fenomena perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran, kekerasan perpeloncoan hingga kasus KKN, pada kenyataannya banyak melibatkan orang-orang terdidik dan terpelajar. Dari fenomena tersebut, menurut pria yang memulai karier sebagai dosen di Universitas Jember selama 12 tahun ini, kita harus sadari betul bahwa pendidikan bukanlah sekadar memberikan pengetahuan tetapi juga mengasah afeksi moral sehingga mampu membetuk manusia yang berkarakter unggul dan membawa manfaat besar bagi umat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Ketua Umum Ikatan Sarjana NU itu, peran sekolah dan guru sebagai institusi pendidikan formal sangatlah penting untuk membekali anak didik menghadapi globalisasi dan degradasi moral. Apalagi, pemerintah saat ini sudah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dalam APBN. Cak Ali mengharapkan hal itu menjadi pelecut semangat untuk perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.
Saat ini, katanya, kita masih dalam proses pencarian jati diri sistem pendidikan. Diluar rumah, sekolah dan guru adalah ujung tombak dalam proses tersebut. Menghadapi segala tantangan yang ada, karenanya dia berharap para guru tidak patah semangat untuk meningkatkan kualitas dan pengabdiannya sejalan dengan peningkatan anggaran pendidikan di Negara kita.
"
Agar sistem pendidikan di Indonesia segera terbentuk dengan baik, perlu adanya sinergisitas antara guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk menyapakati sistem pendidikan terbaik untuk kebaikan bangsa," imbuhnya.
Cak Ali menekankan, dalam pendidikan tidak ada keberhasilan individu, yang ada adalah keberhasilan kolektif. Pendidikan bukanlah industri yang malah mengerdilkan masyarakatnya sendiri. Pendidikan adalah hak semua warga negara. Oleh karena itu, semua pihak dalam bangsa ini harus terlibat aktif untuk mewujudkan pendidikan berkarakter moral kebangsaan.
"Persaingan global kedepan hanya bisa kita menangkan dengan mempersiapkan manusia Indonesia seutuhnya, bukan dengan yang lain," tandas Capres dengan visi Indonesia Adil, Makmur, berMartabat (Indonesia AMM) ini.
[dem]