Berita

foto:net

Olahraga

Jokowi Akui Program KJP Butuh Dievaluasi

JUMAT, 02 MEI 2014 | 13:21 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui bila pembagian Kartu Jakarta Pintar (KJP) masih butuh evaluasi.

Pertama dari segi penerima, ia mencermati banyak yang tidak berhak untuk diberikan KJP. Kemudian ada pungutan liar.

"Masih satu, dua tiga yang belum tetap (domisili penerima KJP). Kedua, masih ada pemotongan juga tidak semua tapi perlu diperbaiki. Nanti itu yang jadi bahan koreksi kita," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (2/5).


Jokowi kembali menekankan, keberadaan KJP untuk menanggulangi beban biaya kebutuhan pendidikan siswa tidak mampu. Biaya kebutuhan itu meliputi seragam, sepatu, biaya transportasi siswa, buku dan lain sebagainya.

Sekolah gratis saja, menurut Jokowi, tidak akan cukup mengurangi angka putus sekolah di Jakarta.

"Kalau KJP itu kita buat untuk memperluas akses pelayanan pendidikan. Nggak cuma biaya SPP tapi seragam, sepatu, buku, itu yg kita cover dari KJP, tapi memang hal di lapangan ada yang harus tetap kita perbaiki," katanya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya