Berita

TRAGEDI MH370

Keluarga Korban MH370 Diminta Pulang ke Rumah

JUMAT, 02 MEI 2014 | 01:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelurga korban kecelakaan pesawat Malaysia Airline MH370 semakin gundah gulana setelah pihak maskapai mengumumkan penutupan pusat informasi dan layanan di Hotel Lido, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok.

Penutupan itu adalah cara yang paling efektif untuk meminta agar keluarga korban pulang dan menunggu perkembangan pencarian di rumah masing-masing.

MH370 hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China, pada Minggu dinihari 9 Maret lalu. Hingga kini belum diperoleh petunjuk yang meyakinkan mengenai posisi terakhir pesawat Boeing 777 200ER itu. Dugaan terakhir bangkai pesawat kini berada di Samudera India, di sebelah barat Australia. Belum diperoleh penjelasan yang meyakinkan tentang bagaimana pesawat bisa sampai ke Samudera India.


Setelah pusat informasi dan bantuan itu ditutup tidak akan ada lagi penjelasan atau rilis yang disampaikan maskapai seperti hari-hari sebelumnya.

Pengumuman ini disambut keluarga korban dengan rasa kecewa.

"Apa yang bisa kami lakukan," teriak salah seorang keluarga korban berlutut di depan polisi yang berjaga-jaga di di hotel itu.

"Siapa yang akan menemukan keluarga kami yang hilang," teriak salah seorang lainnya seperti dikutip dari CNN.

Pusat informasi dan pelayanan di Lido Hotel ditutup hari Jumat ini (2/5). Sementara pusat informasi di beberapa tempat lainnya akan ditutup hari Rabu pekan depan (7/5).

"Daripada tinggal di hotel, keluarga korban MH370 disarankan menerima informasi mengenai perkembangan pencarian dan investigasi dan dukungan lain dari Malaysia Airline di rumah mereka, dengan dukungan keluarga dan sanak saudara," demikian bunyi pernyataan dari maskapai negeri jiran itu. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya