Berita

Politik

Pemerintah Harus Manfaatkan Pertemuan OGP untuk Pemberantasan Korupsi

RABU, 30 APRIL 2014 | 17:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Indonesia diminta memanfaatkan pertemuan Open Government Partnership (OGP) untuk kepentingan nasional, salah satunya pemberantasan korupsi. Untuk diketahui, pemerintah akan menyelenggarakan OGP Regional Meeting di Bali, 4-7 Mei mendatang. Event tersebut rencananya akan dibuka dan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengatasi defisit informasi dan untuk percepatan pemberantasan korupsi," ujar Ahmad Faisol, Direktur Eksekutif MediaLink, di Jakarta  (Rabu, 30/4).

OGP, lanjut Faisol, merupakan inisiatif global untuk mendorong terciptanya tata pemerintahan terbuka, transparan dan akuntabel. Tata pemerintahan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.


Lebih lanjut, untuk mendorong secara lebih konkrit percepatan pencapaian upaya pembentukan pemerintahan terbuka dan transparan, Faisol menambahkan, pemerintah Indonesia juga perlu mengimbangi komitmen tata pemerintahan terbuka, dengan pemerataan infrastruktur telekomunikasi.

Ilham Saenong, Direktur Program Transparency International Indonesia, menambahkan, inisiatif OGP memiliki nilai strategis untuk mempercepat terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Indonesia.

"Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan terkait akses informasi publik, pelayanan publik dan pemberantasan korupsi. OGP dapat menjadi momentum pemerintah untuk mengakselerasi pemecahan berbagai problem tersebut," ujar Ilham.

Di samping itu, implementasi berbagai aturan mengenai keterbukaan informasi tampak berjalan sangat lambat. Hamong Santono dari International NGO forum Indonesian Development (INFID) menyoroti pentingnya posisi Indonesia di hadapan berbagai negara anggota OGP.

"Indonesia dapat memanfaatkan posisi sebagai chairman inisiatif yang beranggotakan 60-an negara ini untuk menginisiasi masuknya isu transparansi dan partisipasi dalam berbagai agenda global," papar Hamong. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya