. Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day 2014 ini di Indonesia cukup istimewa, yakni di tahun transisi pemerintan.
Anggota Komisi IX DPR, Indra mengimbau Presiden SBY agar memberikan kado atau kenang-kenangan akhir masa jabatan dengan bentuk memanuhi berbagai tuntutan buruh.
Sedangkn untuk para calon presiden yang akan bertarung dalam Pilpres 9 Juni 2014 ini, mereka harus meyakinkan dan berkomitmen kepada kaum buruh/pekerja bahwa kala terpilih nanti akan memenuhi tuntutan kaum buruh dan menjamin terpenuhinya hak-hak buruh.
Sebelumnya Ketua Departemen Advokasi Buruh DPP PKS ini mengatakan, berbagai tuntutan yang sudah diwacanakan dalam beberapa hari ini oleh berbagai organisasi buruh, merupakan sebuah realitas atas keprihatinan kondisi perburuhan Indonesia, dan sekaligus merupakn refleksi kegagalan dan kelalian pemerintah dalam menjamin hak-hak buruh seperti yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia mencatat, tuntutan buruh besok (Kamis, 1/5) diantaranya adalah; peningkatan kesejahteraan, kerja layak, upah layak, penghapusan perbudakn modern dalam bentuk praktik outsourcing dan kerja kontrak yang menyimpang, jaminan kebesan brserikat, tolak PHK sepihak dan social security. Kesemua poin-poin tuntutan itu, lanjut Indra, memang menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi dan menjamin hak dasar buruh seperti yang diatur dalam UUD 1945, UU No 13/2003, UU No 21/2000 dan berbagai peraturan pelaksana lainnya.
"Saya menilai, prsoalan mendasar kenapa akhirnya setiap May Day dan momen lain buruh terus berdemonstrasi, karena memang selama ini pemerintah telah gagal dan lalai memenuhi amanah konstitusi. Penegakan hukum atas pemenuhan hak dasar buruh selama ini sangat lemah. Dengan embel-embel ramah investasi, pemerintah sering berselingkuh dengan para pengusaha dan kapitalis yang pada akhirnya kerapkali mengabaikan pemenuhan hak-hak buruh seperti yang diatur dalam UU," demikian Indra dalam keterangannya, Rabu (30/1).
[rus]