Berita

Politik

Pilpres 2014 Momentum Merebut Kedaulatan Nasional

SELASA, 29 APRIL 2014 | 20:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pilpres 2014 harus jadi momentum merebut kembali kedaulatan nasional yang sudah lama diambil oleh bangsa asing. Sudah hampir 69 tahun Indonesia merdeka tapi nyatanya bangsa kita masih menjadi bangsa yang tidak mandiri.

Demikian disampaikan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lamen Hendra Saputra dalam keterangannya kepada redaksi (Selasa, 29/4).

"Masih banyak sumber daya strategis bangsa di berbagai sektor seperti migas, minerba, perikanan, kehutanan, perkebunan dan pertanian masih dikuasai oleh perusahaan asing. Padahal hakikat dari Indonesia merdeka sesuai dengan trisakti adalah berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya," papar Lamen. 


Menurut Lamen, kesempatan merebut kembali kedaulatan nasional sangat mungkin dilakukan karena perolehan suara partai politik berhaluan nasionalis pada pileg lalu sangat signifikan. Dari hasil hitung cepat Partai Nasdem mendapat 6,9%, PKB 9,2%, PKS 6,9%, PDIP 18,9%, Golkar 14,3%, Gerindra 11,8%, Demokrat 9,7%, PAN 7,5%, PPP 6,7%, Hanura 5,4%, PBB 1,6% dan PKPI 1,1%.

"Cukup tingginya suara yang didapat oleh partai politik yang berhaluan nasionalis seharusnya menjadi titik balik pembangunan kekuatan untuk menahan hempitan kekuatan kapital asing," paparnya.

Menurut dia, dengan posisi tegas atas dominasi kekuatan modal asing tapi tidak juga menegasikannya akan menjadikan perbedaan mendasar dari pemerintahan yang baru nanti. Tapi, jika pemimpin yang baru nanti sama saja bahkan meneruskan kebijakan liberalisasi ekonomi yang dilaksanakan oleh Pemerintahan sebelumnya maka sama saja bohong.

"Artinya sudah jelas bahwa seluruh partai politik yang ada hari ini hanyalah komperador dari kepentingan kapitalisme asing," pungkas Lamen.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya