Berita

Ryamizard Ryacudu/net

Politik

Jenderal Ini Sedang Dimatangkan Megawati untuk Dampingi Jokowi

SELASA, 29 APRIL 2014 | 14:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ada dua nama yang mengerucut dan digadang-gadang bakal mendampingi Capres PDIP Joko Widodo dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Mereka adalah mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla dan mantan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Wasekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengakui memang dua nama tersebut sedang digodok di internal partainya. Ryamizard yang juga mantan KSAD pada era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dianggap pantas mendampingi Jokowi sebagai cawapres mendatang.

"Semua yang diberitakan media, dua orang itu sedang dimatangkan oleh Ketua Umum Ibu Megawati, Pak Jokowi, bersama Partai NasDem sebagai mitra koalisi," ujar Eriko saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/4).


Ia menjelaskan, partainya selalu mendengarkan aspirasi-aspirasi rakyat yang berkembang untuk menentukan siapa pendamping Jokowi. Selain JK, Ryamizard merupakan sosok yang kapabel bila bersanding dengan Jokowi.

"Sedang dimatangkan, kita mendengar suara rakyat," tegas Eriko.

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950. Ia merupakan mantan perwira tinggi militer TNI AD yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.

Selain itu, Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno, ia dikenal sebagai jenderal lurus dan tegas. Kariernya mulai cemerlang setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.

Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya