Berita

Politik

Dahlan Iskan: Indonesia Bisa Bersih dari Korupsi

MINGGU, 27 APRIL 2014 | 22:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peserta Calon Presiden (Capres) Konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan meminta KPK selalu optimis dalam memberantas korupsi. Karena dengan begitu, Indonesia bersih dari korupsi bisa terwujud.

"Kita masuk ke ranah yang sangat berat, karena KPK sudah demikian agresif geraknya tapi korupsi terus terjadi. Malah tambah banyak sepertinya," jawab Dahlan saat Debat Konvensi Capres Demokrat di Ballroom Hotel Grand Sahid Jakarta (Minggu, 27/4).

Dahlan yakin harapan bersama mewujudkan Indonesia bersih dari korupsi bisa dilakukan oleh KPK. Keyakinan Dahlan muncul berkaca dari Hongkong.  Dahlan bercerita bagaimana keadaan di Hongkong, yang saat itu tingkat korupsinya lebih parah dibanding di Indonesia. Namun saat ini Hongkong bisa mewujudkan menjadi negara yang bersih.


"Hongkong pernah parah, sampai kalau ada kebakaran di sana, mereka tidak mau mengeluarkan alat ataupun air untuk memadamkan api kalau tidak memberikan uang lebih dulu. Di rumah sakit juga begitu, kalau ada yang sakit dan harus diinfus, harus keluar dulu uangnya. Saya rasa di Indonesia tidak sampai separah itu kondisinya," papar Dahlan seperti diberitakan JPNN.COM.

Keberhasilan itu lanjut Dahlan, bisa terwujud karena Hongkong membentuk manajemen KPK dengan baik dan bersih. Karenanya Dahlan meminta KPK agar selalu optimistis dalam memberantas korupsi.

"Sekarang perekonomian di Hongkong sudah bagus. Kita tantang KPK ke depan untuk seperti itu. Kita enggak boleh pesimis," kata Menteri BUMN itu.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya