Berita

Politik

PILPRES 2014

Ingat, RI Terancam Jadi Pengimpor Minyak Nomor Satu Dunia pada 2025

MINGGU, 27 APRIL 2014 | 20:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan Presiden tinggal menghitung hari, namun tidak satupun para capres memaparkan tentang persoalan ketahanan energi atau ancaman krisis minyak di Indonesia yang akan diusung sebagai program.

"Kondisi minyak mentah Indonesia saat ini dalam situasi bahaya. Usia ideal cadangan minyak kita akan habis sekitar 12 tahun mendatang. Jika tidak ditemukan lagi sumur-sumur baru yang potensial, maka sekitar tahun 2025 Indonesia akan menjadi negara pengimpor minyak nomor satu di dunia," kata Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW), Syarief Rachman Wenno dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Minggu, 27/4).

Syarief prihatin setiap saat tayangan media mempertontonkan para capres sibuk menggalang koalisi, saling serang dan membuka aib satu sama lainnya yang semua itu jauh panggang dari api atas persoalan minyak kita.


Persoalan minyak yang tak kalah penting disorot para capres terkait geopolitik migas internasional. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas menyatakan bahwa mineral right masih berada di tangan negara, namun sayangnya tidak memberikan kepastian seutuhnya kepada pihak nasional untuk dapat menjadi pihak pertama untuk menguasainya.

Dalam hemat Syarief, analisa tujuan historis perlu dilakukakan mengingat implementasi UU Migas ini tidak sepenuhnya murni berlatar belakang permasalahan migas internal Indonesia. Di dalam UU Migas di dalamnya juga tersirat sebuah tuntutan pihak internasional tertentu untuk melakukan perubahan struktural dalam perekonomian nasional. Jadi, sebenarnya UU Migas ini bisa dikatakan sebagai bentuk kompromi politik yang tidak memihak kepada rakyat Indonesia.

"Oleh sebab itu, Indonesia Energy Watch (IEW) menilai bahwa proses pencapresan juli mendatang, persoalan-persoalan krusial seperti kiris energy ataupun kiris minyak yang menderah bangsa Indonesia saat ini hendaklah menjadi tema utama dalam perdebatan siapa capres yang layak memimpin negara ini. Sehingga, rakyat tidal lagi membeli kucing dalam karung," demikian Syarief.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya