Berita

Politik

Rhoma Irama Korban PKB, Bisa Juga Tidak

MINGGU, 27 APRIL 2014 | 16:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rhoma Irama mengancam menarik dukungan dari PKB. Melalui pendukungnya yang tergabung dalam Riforri, Rhoma Irama For Republik Indonesia, raja dangdut menyatakan akan menarik dukungan jika PKB tidak konsekuen dengan kesepakatan yang telah disepakati bersama untuk mencapreskan dirinya pada 2014.

Syarat kedua, Rhoma minta harus dilibatkan dalam menjalin koalisi dengan partai manapun.

Pengamat politik Muhammad AS Hikam tidak kaget dengan hubungan "mesra" Rhoma dengan PKB berujung kemelut.


"Saya sudah dari awal mengatakan bahwa RhI (Rhoma Irama) hanya sebuah umpan bagi PKB Imin untuk memancing dukungan bagi Pileg, dan setelah itu tidak akan berlanjut," kata Hikam yang sedang berada di luar negeri (Minggu, 27/4).

Terkait permintaan kedua Rhoma, dikatakan Hikam, kalaupun PKB Imin mau membalas budi bisa saja Rhoma nanti dikomunikasikan PKB dalam bargaining posisi kementrian atau sejenisnya. Tetapi ini pun akan berhadapan dengan para elit PKB yang tentu juga ingin menjadi anggota kabinet.

Dalam kasus ini, kata Hikam, Rhoma bisa saja disebut korban tetapi bisa juga tidak. Menjadi korban karena ambisinya yang tidak menggunakan perhitungan telah membuka jalan bagi PKB Imin untuk memanfaatkannya sebagai vote getter yang cukup ampuh dalam Pileg. Sementara dikatakan korban karena ia sudah diperingatkan banyak pihak dan karenanya itulah resiko yang harus diterima.

"Semoga sang Raja Dangdut menyadari bahwa realitas politik tidak sama dengan realitas fans club. Akan sangat bagus jika RhI bergabung dengan salah satu parpol untuk menyalurkan ambisinya secara lebih proporsional," saran Hikam.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya