Berita

AFGHANISTAN

Dunia

PILPRES AFGHANISTAN

Mantan Menlu dan Mantan Ekonom World Bank Bersaing di Putaran Kedua

MINGGU, 27 APRIL 2014 | 11:45 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Hasil pemilihan presiden (pilpres) Afghanistan yang berlangsung pada 5 April lalu, ternyata belum mampu mengeluarkan nama presiden baru yang akan menggantikan Hamid Karzai.

Ketua KPU Afghanistan, Ahmad Yousuf Nuristani, kemarin (Sabtu, 26/4) mengumumkan hasil perolehan suara akhir di mana mantan menteri luar negeri Abdullah Abdullah menempati posisi puncak dengan perolehan suara 44,9 persen, disusul ekonom World Bank Ashraf Ghani 31,5 persen.

Sementara diurutan ketiga Zalmay Rassoul, yang juga mantan menteri luar negeri, meraih 11,5 persen, dan seorang politisi Islam Abdul Rassoul Sayyaf menempati posisi keempat dengan perolehan suara 7,1 persen.


"Ini adalah hasil awal dan sekarang akan dibawa ke Komisi Pengaduan Pemilu Independen. Segera setelah hasilnya keluar, kami akan mengumumkan hasil akhirnya," kata Nuristani dalam konferensi persnya di Kabul, seperti dilansir Reuters (Minggu, 27/4).

Sementara itu, lanjut Nuristani, hasil akhir dijadwalkan akan diumumkan pada tanggal 14 Mei. Saat ini pihak berwenang masih terus menyelidiki dugaan penipuan yang melibatkan sampai setengah juta surat suara.

Namun bagaimanapun, nampaknya tidak mungkin rasanya Abdullah mampu meraih perolehan suara 50 persen plus satu yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan dengan satu putaran. Oleh karena itu, dari hasil awal ini KPU Afghanistan telah bersiap untuk menggelar pilpres putaran kedua.

"Kami memiliki jadwal tentatif tanggal 7 Juni untuk putaran kedua," tandas Nuristani. [rus]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya