Berita

TRAGEDI FERI SEWOL

Inilah Pemandangan Mengerikan di Kapal Sewol

SABTU, 26 APRIL 2014 | 07:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tim penyelamat yang terus berusaha menemukan korban kapal feri Sewol yang karam di Laut Kuning dalam perjalanan dari Incheon menuju Pulau Jeju di Korea Selatan menemukan pemandangan yang mengerikan.

Di salah satu kabin di feri itu, tim penyelamat menemukan mayat 48 wanita. Kesemuanya mengenakan pelampung penyelamat. Tim penyelamat menyimpulkan ke-48 penumpang wanita itu tampaknya mengikuti perintah yang disampaikan awak feri agar semua penumpang tidak meninggalkan tempat.

Mungkin karena ketakutan, mereka berkumpul di kabin yang memiliki daya tampung 30 penumpang.


Penemuan ini disampaikan tim penyelamat hari Jumat kemarin (25/4), sembilan hari setelah Sewol karam hari Rabu pekan sebelumnya (16/4).

CNN mengatakan, penemuan ini membuat keyakinan tim penyelamat akan menemukan koran hidup semakin kecil.

Juga disebutkan upaya penyelamatan itu dipersulit oleh benda-benda yang mengembang. Tekanan air di bawah permukaan juga cukup kuat dan dapat membuat pintu tertutup dan sulit untuk dibuka. Arus yang deras juga mengganggu peralatan selam mereka.

Seorang penyelam sipil yang ikut dalam operasi penyelamatan, Chun Kwan-geung, mengatakan dirinya turun ke dek bawah kapal melalui sebuah jendela yang pecah. Posisinya berada sekitar 73 meter di bawah permukaan.

"Upaya penyelamatan kini menjadi lebih lamban," ujar komandan tim penyelamat Kapten Kim Jin-hwang dari Angkatan Laut Korea Selatan.

"Para penyelam telah mencari di semua tempat yang mudah diakses. Mereka memperkirakan pencarian akan semakin berat karena arus air yang semakin kuat. Tetapi Angkatan Laut tidak akan berhenti sampai mayat terakhir ditemukan," katanya.

Kini, masih menurut Kim, tim penyelamat sedang memikirkan cara memasuki sebuah ruangan seperti dormitori. Diperkirakan sekitar 50 penumpang wanita juga berada di tempat itu sesaat sebelum kapal karam.

Sejauh ini tim penyelamat telah menemukan 187 mayat. Sebanyak 115 lainnya masih hilang. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya