Berita

ilustrasi/net

Olahraga

Ingin Gelar Asian Games 2019, Indonesia Harus Punya Komplek Atlet

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 20:58 WIB | LAPORAN:

Wacana Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2019 masih belum final.  Pasalnya, OCA menghendaki agar gelaran pesta olahraga Asia itu digelar di ibukota provinsi dan kandidat tuan rumah harus memiliki perkampungan atlet (athlete village).

Demikian dikatakan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo dalam Rapat Koordinasi Persiapan Multievent 2014 di Jakarta Jumat malam (25/4). Sebelumnya, Indonesia kalah bersaing dengan Hanoi, Vietnam dalam persaingan menjadi tuan rumah.  Namun belakangan Hanoi mundur karena tidak mampu menanggung biaya penyelenggaraan yang diestimasi mencapai Rp 5,7 triliun.  

Mantan Ketua Umum KONI Pusat itu menambahkan, jika ingin menjadi tuan rumah Asian Games 2019 tergantung pemerintah nanti, dan bukan di Surabaya Jawa Timur.  Surabaya hanya digunakan untuk multievent Asian Youth Games.


Selain itu, perwakilan OCA akan tiba di Jakarta pada 5 Mei mendatang, untuk membahas dan melihat provinsi mana yang cocok digunakan Asian Games 2019.

Mengenai kisaran menjadi tuan rumah Asian Games yang kemarin Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyebutkan Rp 4 triliun, belum bisa ditentukan. Sebab, Indonesia memiliki fasilitas olahraga dan venues yang cukup baik, hanya  harus membuat komplek atlet (athlete village). Komplek ini nantinya harus menempati di kawasan capital city, seperti di Bandung, Jawa Barat, yang saat ini berbenah untuk menyelenggarakan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Athlete Village di Senayan Jakarta telah digusur untuk pembangunan Plaza Senayan dan Senayan City.

Rapat juga membahas persiapan Asian Games di Incheon Korea, dan Asian Youth Games di Nanjing Cina. Selain multievent, juga dibahas tentang penggunaan ring lima oleh KONI Pusat yang juga dijadikan sebagai AD/ART KONI Pusat.

Kepada wartawan pihaknya telah menerima surat dari Olimpic Council Asia (OCA), yang isinya bahwa pihak OCA dan IOC memperingatkan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora untuk segera menyelesaikan dualisme KOI dan KONI serta penggunaan ring lima oleh KONI Pusat hasil dari rapat anggota KONI yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Rita, jika surat dari OCA yang sudah dikirim selama 1 tahun itu belum dibalas, maka Indonesia akan menerima sanksi tegas yakni tidak bisa menjadi tuan rumah Asian Games dan multievent lainnya, serta para atletnya tidak bisa mengikuti multievent, sebelum dualisme dan penggunaan ring lima oleh KONI dirampungkan.

"Surat dari IOC dan OCA sudah mengirim selama satu tahun lebih dan belum dibahas, kenapa didiamkan saja, ini bahaya, saya sudah telepon pak Deputi untuk segera membalas, penggunaan ring lima KONI, ini bahaya sebelum Indonesia terkena sanksi,” tegas Rita.[dem]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya