Partai Demokrat akan membangun koalisi poros tengah. Rencananya, koalisi akan dibangun bersama gabungan seskab yang merupakan mitra koalisi Demokrat sebelumnya.
Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan jika benar koalisi terjadi, maka hanya akan melahirkan capres hiburan.
"Menjelang pilpres ini pilihan masyarakat sudah mengerucut dan hanya ada dua nama yaitu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) capres dari PDIP atau Prabowo Subianto Capres dari partai Gerindra," kata Jajat kepada redaksi sesaat tadi (Jumat, 25/4).
Menurut dia, meski ada hubungan kedekatan antara Demokrat dengan beberapa partai lain yang tergabung dalam seskab tersebut, tidak menutup kemungkinan hubungan tersebut pada pemilihan pilpres tidak akan terjadi lagi.
"Sekalipun Demokrat sebagai partai incumbent, namun sosok figur masih yang akan menjadi penentu dalam pilpres nanti dan itu yang tidak di punyai Demokrat saat ini," katanya.
Permasalahan lain yang saat ini belum jelas, kata Jajat, adalah terkait mitra koalisi partai serta siapa calon yang akan dijadikan wapres. Pasalnya, koalisi suatu partai baru bisa diakuin keberadaannya setelah terdaftar secara resmi di KPU dan harus di daftarkan setelah sepakat siapa yang akan di usung dalam pilpres nanti.
[dem]