Berita

Politik

KPUD Yogyakarta Harus Bersih dari Intervensi

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 16:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

KPUD Yogyakarta harus menjamin bahwa hasil rekapitulasi perhitungan suara di Dapil tersebut benar-benar bebas dari permainan atau intervensi dari pihak yang berkepentingan baik partai ataupun calegnya.  Selain itu, KPUD dan Bawaslu Yogyakarta harus menindaklanjuti laporan masyarakat atas berbagai tindak kecurangan dalam pemilu yang baru saja berlalu.

Demikian ditegaskan oleh Pengasuh Pondok Kebangsaan “Omah Paseduluran” Yogyakarta, Rahmad Pribadi, Kamis (24/4). Hal ini dikatakan terkait dengan pentingnya posisi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam percaturan politik bangsa  sejak jaman penjajahan hingga saat ini.
 
Bagi Rahmad yang juga Caleg DPR-RI dari partai Golkar ini menjelaskan, menang atau kalah dalam pemilu adalah sebuah risiko. Namun demikian kekalahan atau kemenangan harus diterima secara ksatria dan bukan terletak pada lolos tidaknya menjadi anggota legislatif dengan cara apapun. Dirinya mencium ketidakberesan dalam pemilu, sejak kampanye hingga rekapitulasi suara yang kacau di Yogyakarta. Rahmad Pribadi yang lulusan Universitas Harvard itu menunjukkan 3 (tiga) kasus , yang bisa digunakan sebagai contoh pelaksanaan pemilu di Yogyakarta tidak baik.


"Di Gunung Kidul, sebuah mobil yang membawa atribut caleg tertangkap basah tengah membawa uang senilai Rp 500 juta dalam pecahan Rp 20.000an. Namun kasus itu dianggap tidak membuktikan caleg tersebut melakukan politik uang, meskipun sebenarnya dengan logika sederhana bisa sangat mudah dijelaskan,” ujar Rahmad.
 
Kasus kedua, adalah Roy Suryo yang perolehan suaranya berada di bawah caleg lain dalam satu partai juga merupakan suatu keanehan. Menurutnya, sebagai seorang public figure,  seorang menteri, penduduk Jogya asli dan sangat popular yang ditunjang ketika kampanye sangat intens termasuk pemasangan baliho, Roy Suryo sangat mudah untuk mendapatkan suara.
 
"Meskipun berbeda partai, saya merasa yakin Roy Suryo, caleg nomor satu dari Partai Demokrat harusnya lolos ke Senayan. Tetapi ternyata ia kalah dengan yang nomor empat dari partai yang sama. Tidak hanya Roy Suryo, tetapi  siapapun calegnya yang dicurangi dalam rekapitulasi ini, saya tidak bisa menerima. Ini sangat mudah koq, khan bisa dilihat kembali ke Form C-1 untuk mendapatkan transparansi dalam perhitungan suara," paparnya.
 
Di Bantul, Rahmad menjelaskan lebih lanjut, Partai PKS tidak mau menandatangani berita acara rekapitulasi suara. Penolakan untuk tandatangan ini, Rahmad menunjuk, sebagai indikasi kuat adanya masalah dalam rekapitulasi perhitungan suara. Demi menjaga perolehan suara tidak dimanipulasi, setiap partai pasti memiliki saksi dalam mengawal suara partainya.
 
"Di Yogya banyak kasus dalam pelaksanaan pemilu dan tidak hanya ketiga kasus tersebut. Sehingga demi masa depan pilpres mendatang, KPUD dan Bawaslu Yogyakarta harus benar-benar bekerja sama dalam menjamin tidak adanya permainan dalam rekapitulasi serta menegakkan aturan main yang berlaku," ujar Rahmad.
 
Rekapitulasi suara di Jogya, yang berdasarkan kejujuran, transparansi serta bebas dari intervensi atau permainan, menurut Rahmad, akan memberi pengaruh positip ke daerah lain dalam melakukan rekapitulasi juga.
 
"Ada 300 ribu mahasiwa luar daerah yang belajar di Yogyakarta. Ratusan ribu mahasiswa luar daerah itu akan menjadi komunikator sejati ke seluruh penjuru Indonesia. Jika mereka mengatakan, ikutilah Yogyakarta dalam menjaga kejujuran, transparansi dan bebas permainan dalam rekapitulasi suara, niscaya seruan ini akan bergema seluruh Indonesia,” tegas Rahmad.
 
Rekapitulasi di Dapil Yogyakarta tidak berjalan dengan baik dan alot. Selain karena ada masalah teknis, sebagian perolehan perhitungan suara juga terpengaruhi oleh hasil perhitungan yang dilakukan oleh berbagai lembaga survai.  Kekacauan terjadi, karena lembaga survai dalam quick count (hitung cepat) memaparkan hasil yang berbeda.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya