Berita

PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Bisnis

Jasa Marga Gandeng Tiga Perusahaan Asing

Bangun Jalan Tol Di Indonesia
JUMAT, 25 APRIL 2014 | 08:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggandeng tiga perusahaan tol swasta dari tiga negara untuk mengembangkan jalan bebas hambatan di Indonesia. Ketiga perusahaan itu yakni Jepang, Korea dan Malaysia.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan tiga negara tersebut pada Forum Bisnis Konferensi REAAA (Road Engineering Association of Asia and Australia) di Nusa Dua, Bali.

Menurut dia, ketiga pihak asing itu adalah West Nippon Expressway Company Limited dan Japan Expressway International Company Limited dari Jepang, POSCO Engineering & Construction Co Ltd dari Korea, dan CMS Works International Limited dari Malaysia.


Meski Jasa Marga adalah pemimpin pasar di industri tol untuk membangun dan mengembangkan di Indonesia, tetap saja diperlukan kerja sama dengan pihak lain.

“Kita bisa belajar dari mereka sekaligus transfer ilmu teknologi terkini di bidang industri jalan tol,” kata Adityawarman, kemarin.

Misalnya, Jepang dikenal memiliki keunggulan teknologi tol di atas laut, sehingga Indonesia perlu belajar soal itu. Meski perusahaan-perusahaan itu digandeng tapi tetap komposisi Jasa Marga sebagai mayoritas.

Adityawarman membeberkan, untuk tahap awal ada peluang mengajak swasta Korea Selatan untuk membangun tol Menado-Bitung.

“Kami mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan ada kemungkinan ini inisiatif Jasa Marga untuk membangun tol,” ungkapnya.

Sementara untuk swasta dari Malaysia akan diajak bekerja sama untuk pembangunan tol Kunciran-Cengkareng dan pendukung tambahan di ruas Daan Mogot - Cengkareng sepanjang 3,45 kilometer.

Sedangkan perusahaa Jepang, kemungkinan diajak untuk proyek tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. “Kami baru menang tender di situ,” aku Adityawarman.

Menurut dia, dengan menggandeng swasta asing ada transfer teknologi sehingga diperoleh efisiensi, misalnya biaya konstruksi yang lebih kompetitif.

“Angka pastinya belum dibicarakan, tetapi secara perseroan ekuitas kami Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun dan ini bisa menghasilkan pinjaman sindikasi perbankan hingga Rp 60 triliun,” tuturnya. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya