Berita

megawati/net

PILPRES 2014

Megawati Masih Tunggu Masukan dari Keluarga Bung Karno

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 00:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebutkan belum bulat menghadapi pemilihan presiden bulan Juli mendatang. Sejauh ini dia masih mengumpulkan pendapat dan saran dari kalangan terdekat dengan dirinya.

Adapun pernyataan-pernyataan yang berseliweran dari sejumlah petinggi PDI Perjuangan belakangan ini belum bisa disebut mencerminkan pendapat Megawati. Pernyataan-pernyataan itu masih lebih sering bertolak belakang, dan merefleksikan ritme politik yang begitu dinamis di tubuh partai berlambang banteng bermoncong putih itu. Bahkan, belakangan mulai mengisyaratkan pertarungan kepentingan yang semakin tajam.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Megawati pun masih ingin mendengarkan masukan dari kalangan keluarga Bung Karno. Pertama, mengenai penetapan Joko Widodo sebagai calon presiden PDIP. Kedua, bila penetapan Jokowi sudah final, maka mengenai siapa yang pantas mendampinginya.


Sudah diketahui bahwa penolakan keras terhadap keputusan Mega memberikan mandat sebagai calon presiden PDIP dalam surat perintah harian yang diteken 14 Maret lalu mendapat perlawanan dari Guntur Soekarnoputra dan Guruh Soekarnoputra. Keduanya berpendapat bahwa Jokowi bukan figur yang pantas.

Mereka juga mempertanyakan faktor Jokowi dalam pemilihan anggota legislatif lalu yang terbukti tidak berarti signifikan.

Masih ada keinginan di pihak keluarga untuk mengingatkan Mega tentang potensi masalah yang akan mendera PDIP bila tetap mencalonkan Jokowi.

Juga disebutkan bahwa dalam waktu dekat keluarga akan mempertemukan Mega dengan seorang tokoh yang dinilai lebih pantas untuk menjadi capres, dan sebetulnya memiliki kedekatan dengan PDIP serta keluarga Bung Karno. Serta yang lebih penting memiliki komitmen kuat dan teruji dalam memperjuangkan ajaran Trisakti Bung Karno.

Bila tidak memungkinkan menarik mandat, keluarga ingin agar tokoh inilah yang mendampingi Jokowi dalam pilpres mendatang. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya