Berita

Politik

Buruh Sangat Khawatir PDIP Usung Jokowi-JK

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 18:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) disebut-sebut salah satu kandidat pendamping Jokowi di Pilpres nanti. Namun bagi kalangan buruh, JK bukan sosok yang bisa merubah nasib mereka menjadi lebih baik.

"JK seorang pengusaha. Secara ideologis dia tidak akan bisa sinergis dengan perjuangan kaum buruh," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat dihubungi sesaat tadi (Kamis, 24/4).

Menurut Iqbal, para buruh benar-benar khawatir jika PDIP jadi mengusung duet Jokowi-JK. JK sangat pro upah murah. Sikap dan pandangan politik JK ini menambah panjang catatan buruk Jokowi karena dia juga masih bermasalah dengan buruh terkait minimnya upah minumum regional provinsi DKI tahun ini yang ditetapkan Jokowi.


JK, kata Iqbal, pengusung paling konsisten dari politik pencabutan subsidi BBM yang merugikan rakyat kecil termasuk buruh. Dengan segala alasan, JK sangat konsisten dengan politik pencabutan subsidi BBM. Politik model demikian, kata Iqbal, jelas JK cenderung membela kepentingan pengusaha ketimabang rakyat kecil.

"Harusnya yang dilakukan hajar mafia dan kartel BBM. Dengan begitu bisa dilakukan efisiensi biaya sehingga harga BBM tidak perlu naik karena mencabut subsidi," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Iqbal, para buruh juga tidak bisa menaruh harapan terhadap JK karena dia perwakilan dari kaum neoliberal. JK dipaksakan bisa mendampingi Jokowi dibawah dukungan Ketua Apindo Sofyan Wanandi dan CSIS atau melalui lembaga "think tank"-nya

"Terus terang sangat mengkhawatirkan kalau Jokowi jadi dipasangkan dengan JK," demikian Said.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya