Berita

Dunia

Sri Lanka Stop Kirim Tenaga Kerja ke Libya

RABU, 23 APRIL 2014 | 18:24 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sri Lanka menangguhkan pengiriman tenaga kerjanya ke Libya di tengah tak menentu di negara tersebut.

Jurubicara Biro Ketenagakerjaan Luar Negeri Sri Lanka, Mangala Randeniya mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah untuk memulangkan 20 warga negara Sri Lanka yang bekerja di Libya.

"Sekitar 20 warga Sri Lanka bekerja secara legal di Libya dan mereka akan diterbangkan kembali ke Sri Lanka sesegera mungkin," kata Randeniya, seperti dikabarkan Global Times hari ini (Rabu, 23/4).


Randeniya menambahkan, berdasarkan saran yang diberikan oleh Kementerian Promosi Tenaga Kerja Luar Negeri dan Kesejahteraan Sri Lanka, keputusan juga telah diambil untuk menangguhkan pengiriman warga negara Sri Lanka ke Libya untuk bekerja.

"Menteri Promosi Tenaga Kerja Luar Negeri dan Kesejahteraan Srilanka Dilan Perera telah mengeluarkan instruksi untuk menangguhkan pengiriman warga Sri Lanka untuk bekerja di Libya sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Randeniya.

Randeniya menambahkan, masyarakat telah disarankan untuk tidak melakukan pembayaran untuk mendapat pekerjaan di Libya sampai situasi di negara itu membaik.

Penangguhan ini terjadi setelah kasus pembunuhan dan penculikan yang menargetkan politisi, pejabat keamanan dan anggota keluarga mereka telah meningkat di Libya saat pemerintahnya berusaha menindak kelompok-kelompok bersenjata.

Baru-baru ini, sebuah konvoi diplomatik Yordania di Tripoli diserang dan duta besar Yordania di Libya diculik.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya