Dalam rangka Bulan Kepedulian Autisme Sedunia yang digelar setiap bulan April, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan pelatihan dan pendidikan bagi anak-anak penyandang autisme.
"Program Coorporate Social Responsibility (CSR) ini bertujuan untuk membantu para penyandang autisme dan orang tua mereka dalam peningkatan capacity building melalui program dan pelatihan pemberdayaan anak-anak penyandang autisme agar dapat mandiri," jelas Sekretaris Lembaga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Samsu Adi Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/4).
Samsu mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen LPS dalam dunia pendidikan bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan kerja bagi orang berkebutuhan khusus merupakan program yang kerap dilakukan oleh institusi swasta maupun pemerintah di luar negeri.
"Mereka telah memberikan pelatihan hingga penciptaan lapangan pekerjaan yang telah disesuaikan dengan penyandang autisme yang memiliki kemampuan bekerja," katanya.
Karena itu, dia katakan, pihaknya akan mengadakan seminar soal pemberdayaan anak penyandang autisme agar mandiri dan siap memasuki dunia kerja pada 30 April mendatang. Dia berharap, para pemerhati, lembaga terkait pendidikan dan tenaga kerja serta orangtua penyandang autisme dapat hadir. Ini untuk memberikan masukan dan menambah semangat bagi penyandang autismeagar dapat hidup mandiri.
Dalam seminar dimaksud, LPS juga akan memberikan sosialisasi mengenai program penjaminan simpanan nasabah perbankan, dimana semua yang hadir diharapkan dapat mengenal dan faham mengenai program penjaminan sehingga akan lebih nyaman ketika menyimpan uangnya di bank.
Kegiatan ini sesuai dengan temuan Direktur Virginia Commonwealth Research & Training Center Dr Paul Wehman Ph.D selaku dokter dan ahli terkemuka di bidang autisme yang menyatakan, saat ini ada perkembangan dari badan penelitian yang menunjukkan bahwa dengan jenis, tingkat, dan intensitas dukungan yang tepat, individu penyandang autisme dapat bekerja dalam berbagai pekerjaan dalam komunitas mereka.
Sepanjang 2013, Samsu mengatakan, LPS telah beberapa kali berperan aktif dalam CSR pendidikan, keagamaan, serta kesehatan seperti di antaranya; LPS Mengajar di Bali, Pelatihan Kepemimpinan SMA di Jakarta, serta penyerahan bantuan pendidikan dan tempat beribadah ke beberapa tempat di Indonesia.
"Tahun alu kami melakukan program CSR berupa operasi bagi anak-anak penderita hydrocephalus yang sehingga diharapkan dapat hidup normal. Hal tersebut yang coba kami kemukakan kepada para pemerhati dan penyandang autisme," katanya.
[dem]