Berita

Peringati Kartini, MRI Sumut Sebar Pesan Kemanusiaan

SELASA, 22 APRIL 2014 | 00:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dalam rangka memperingati hari Kartini, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumut melaksanakan aksi damai untuk memberikan pesan-pesan kemanusiaan kepada perempuan-perempuan terkait masih besarnya potensi kekerasan yang mereka alami.

Aksi damai tersebut dilakukan pada 20 April lalu di bundaran SIB Gatot Subroto dan pusat jajanan kota Medan Merdeka Walk dengan diikuti MRI daerah Medan, Kabanjahe, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhan Batu dan MRI unit Kampus USU, IAIN, UMN, Mikroskil, STIPAP, Darmawangsa, UMSU dan UNIMED.

"Potensi kekerasan pada perempuan di dunia begitu besar, khususnya di Indonesia," kata Sekretaris Umum MRI Sumut, Winda Guma, dalam pesan elektroninya kepada redaksi (Senin, 22/4).


Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan mencatat adanya peningkatan temuan korban kekerasan pada perempuan di Indonesia. Komnas merekam 279.760 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang 2013, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 216.156 kasus.

Winda menjelaskan selain membagi-bagikan bunga dan memberikan pesan-pesan kemanusiaan, anggota MRI juga menampilkan profesi-profesi perempuan pada era sekarang seperti profesi Guru, Perawat, Arsitek, Tukang Jamu, tukang sapu bahkan ibu rumah tangga (IRT).

"Apapun profesi yang disandang oleh perempuan bukan sekali-kali menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidup, melainkan pengaruhnya yang besar sekali untuk lebih cakap dalam menjalankan kewajibannya sebagai pendidik manusia yang pertama-tama," kata Winda.

Dikatakan, perempuan-perempuan harus komitmen terhadap peran dan fungsinya serta meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, lingkungan dan sekitarnya.

Winda menambahkan, hari Kartini merupakan salah satu momen yang tepat bagi perempuan untuk selalu introspeksi dan meng-upgrade diri bahwa berbicara perempuan berarti berbicara tentang kemanusiaan. Ketika perempuan peduli akan apa yang terjadi baik di lingkungan sekitarnya maupun dirinya sendiri maka akan lahir kemanusiaan yang sejati.

"Dan perlu kita pahami bahwa sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan karena dibalik suksesnya sebuah keluarga atau lingkungan biasanya ada seorang perempuan yang kuat dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati dan seorang perempuan yang baik berkepribadian," demikian Winda.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya