Berita

Bisnis

Pengamat: Isu Akuisisi BTN Sudah Lama, Kerjaan Pemerintah Apa Saja?

SENIN, 21 APRIL 2014 | 21:12 WIB | LAPORAN:

Pemerintah sebetulnya menghindari pengeluaran APBN saja dengan pilihan opsi mengakuisisi saham di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Demikian pendapat pengamat pasar saham, Yanuar Rizky saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Senin (21/4).

Dari catatan yang dimilikinya, jelas Yanuar, BTN memang butuh suntikan modal dan untuk mendapatkannya ada dua cara yang dapat ditempuh.  Pertama, melalui right issue yang artinya melepas kepemilikan saham pemerintah ke publik.  


"Nah kalau tidak mau right issue berarti pemerintah mesti menyuntik sendiri," sebutnya lagi.

Untuk diketahui pula, rencana akuisisi saham BTN oleh Bank Mandiri dan BRI sudah menjadi wacana lama sejak era Menteri BUMN Tanri Abeng. Ia memaklumi jika rencana ini  menimbulkan pro kontra terlebih diangkat kembali dekat-dekat Pilpres.

"Kalau karyawan rugi saya tidak tahu dari sisi apa, karena BTN nya tetap ada. Bedanya dulu pemegang sahamnya pemerintah, nanti pemegang sahamnya bank Mandiri sendiri kan pemerintah juga," terangnya.

"Lalu apa yang ditakuti karyawan," tanyanya.

Kecuali, lanjut dia, yang dihasilkan justru merger akuisisi. Ia pun tak sependapat jika BTN sampai ditiadakan.

"Bagaimana pun kita harus punya fokus bank. Terlepas jeleknya Orde Baru punya fokus bank," kata Yanuar menekankan.

Masalah kecukupan modal di BTN harus segera dituntaskan. Ia pesimis bank plat merah ini punya cukup waktu jika diserahkan ke pemerintahan baru nanti.

"Yang jadi pertanyaan pemerintahan ini kerjaannya apa saja sampai lambat seperti ini. Isu BTN ini sudah lama," pungkas Yanuar.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya