Berita

hadi purnomo-abraham samad/net

Hukum

Kenapa KPK Tetapkan Hadi Purnomo Tersangka Setelah Potong Tumpeng?

SENIN, 21 APRIL 2014 | 19:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Hadi Purnomo sebagai tersangka korupsi. Penetapan Hadi tersangka diumumkan langsung oleh Ketua KPK Abraham Samad.

Abraham menjelaskan Hadi Purnomo ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait surat keberatan pajak Bank Central Asia (BCA) dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak periode 2002-2004. Ditaksir kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 370 miliar.

Penetapan Hadi tersangka diumumkan Abraham Samad sore tadi atau tepat beberapa jam setelah Hadi mengumumkan pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang secara otomatis melepas jabatannya sebagai Ketua BPK.


Hadi mengumumkan pensiun siang tadi di kantornya, dan sempat menggelar acara perpisahan dan konferensi pers. Pengumuman pensiun dilakukan tepat di hari ulang tahun Hadi yang ke-67.

Dalam acara tersebut nampak hadir beberapa teman lama yang selama ini diakui Hadi dekat, dan selalu membantu proses kerjanya sejak menjabat di beberapa lembaga negara. Hadi sempat memotong tumpeng dalam acara tersebut.

Kenapa KPK baru menetapkan Hadi sebagai tersangka setelah pensiun, padahal kabarnya kasus tersebut sudah lama masuk ke meja KPK?

Bisa jadi karena pertimbangan masalah jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut. KPK tidak bisa mendapatkan audit kerugian negara dalam kasus keberatan pajak BCA dari BPK jika masih dipimpin Hadi. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya