Paris saint-Germain memastikan gelar keduanya musim ini. Ya, tim asuhan Laurent Blanc itu resmi dinobatkan sebagai jawara kompetisi Coupe de la Ligue usai membekuk Olympique Lyon 2-1 di Stade de France dini hari kemarin WIB.
Hasil manis ini sekaligus menjadi ajang pembalasan bagi tim berjuluk Les Parisiens. Mengingat, dalam laga lanjutan Ligue 1 di pekan sebelumnya, mereka ditumbangkan Lyon dengan skor tipis 1-0.
Dengan demikian, gelar Coupe de la Ligue ini menjadi yang keempat dikoleksi PSG. Selain itu, torehan ini menjadi trofi yang kedua bagi PSG setelah di awal musim sudah mengamankan Trophee des Champions.
Treble winners rasa domestik pun bakal terwujud apabila klub ibu kota mematenkan raihan titel Ligue 1 yang sudah berada di depan mata. PSG tak butuh lama untuk bisa unggul dari Lyon. Pertandingan baru berjalan empat menit, penyerang andalan mereka, Edinson Cavani, langsung membuat Stade de France bernyanyi ala Les Parisiens, setelah bola hasil tendangannya merobek gawang Lyon.
Gol tersebut bermula dari umpan matang Maxwell ke mulut gawang yang langsug disambar pemain asal Uruguay tersebut. Selang setengah jam, Cavani kembali menggetarkan jaring gawang Lyon dalam kawalan kiper Anthony Lopes, usai PSG dihadiahi penalti yang kontroversial oleh wasit.
Cavani yang maju sebagai algojo dengan dingin menuntaskan tendangan penalti itu. PSG unggul 2-0 dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Lyon yang masih tak terima keputusan wasit menghadiahi penalti langsung meningkat serangan dan mereka terbilang menjadi tim yang runcing sepanjang 45 menit kedua.
Sementara PSG justru asyik dalam bertahan. Alhasil, gawang PSG akhirnya kebobolan pada menit ke-56. Kiper Nicolas Douchez gagal membendung tembakan striker Alexandre Lacazette. Gol tersebut berawal dari erornya pertahanan Les Parisien dalam meredam pergerakan sang striker.
Berlari bebas, tak ada halangan, dan dia dengan mudah melewati Douchez, sang kiper nomor dua PSG. Gol tersebut rupanya membuat pelatih PSG, Laurent Blanc panik. Dia lalu memasukkan amunisi baru pada pertengahan babak kedua.
Javier Pastore dan Yohan Cabaye masuk untuk menggantikan Lavezzi serta Verratti. Pastore baru bisa melepaskan ancaman pada menit ke-85.
Sayang, usaha pemain asal Argentina tersebut belum membuahkan hasil setelah tembakannya gagal mengenai sasaran. Setelah itu, PSG terus menguasai pertandingan. Akan tetapi, Edinson Cavani dan kawan-kawan gagal menciptakan gol tambahan hingga laga usai.
Cavani mengaku puas dengan dua gol yang dia sumbangkan. Menurut dia, hasil ini merupakan pencapaian penting bagi dirinya dan tim setelah tersingkir di perempat final Liga Champions karena kalah dalam agresivitas gol tandang melawan Chelsea. Usai kekalahan menyakitkan itu, Paris Saint-Germain berhasil bangkit dan keluar sebagai juara di pentas Coupe de la Ligue.
“Menjuarai Coupe de la Ligue adalah pencapaian penting bagi kami. Kami ingin keluar dari masa sulit dengan kemenangan bagus,†kata Cavani seperti dilansir Soccerway, kemarin.
“Kami sangat senang berhasil mendapatkan itu. Saya pun sangat senang dapat mencetak gol,†ujar dia. ***