Berita

Prabowo Subianto/net

Politik

PKS dan PAN Lebih Terbuka Berkoalisi dengan Gerindra

SENIN, 21 APRIL 2014 | 05:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Setidaknya Partai Gerindra akan memperoleh dukungan dari PKS dan PAN sebagai partai berbasis Islam untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.

Begitu pendapat pengamat politik yang juga Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Umar S. Bakry, Senin (21/4).

Menurutnya, jika PKS tidak terjebak sikap pragmatisme dan konsisten dengani su-isu nasional yang mereka perjuangkan selama ini, hampir pasti PKS akan berkoalisi mendukung Prabowo.


"Secara platform dan ideologis, banyak persamaan antara PKS dengan Partai Gerindra," kata Umar.

Sedangkan PAN juga sangat besar kemungkinannya berkoalisi dengan Gerindra jika benar Prabowo memilih Hatta Rajasa sebagai cawapresnya.

Sebelumnya Umar mengatakan, partai Islam diyakini akan lebih memilih berkoalisi dengan Partai Gerindra daripada dengan PDI Perjuangan maupun Partai Golkar. Sedikitnya ada tiga faktor yang membuat peluang Partai Gerindra lebih didukung partai Islam daripada dua poros koalisi lainnya.

Pertama, secarai deologis platform Gerindra lebih bisa diterima bahkan didukung oleh partai Islam. Gerindra yang menonjolkan nasionalisme dan anti dominasi asing lebih nyetel dengan aspirasi sebagian besar konstituen partai Islam.

Kedua, secara historis tidak pernah ada friksi antara partai Islam dengan Prabowo Subianto maupun dengan Gerindra. Bahkan saat masih aktif di dinas kemiliteran Prabowo dikenal sebagaisosok perwira yang selalu membela kepentingan ormas-ormas Islam yang dimarjinalkan rezim Orde Baru.

Ketiga, sikap PDI Perjuangan yang katanya tidak menghendaki koalisi transaksional secara tidak langsung menguntungkan posisi Gerindra. Prabowo akan menjadi alternatif bagi partai-partai yang kecewa terhadap sikap Jokowi dan PDI Perjuangan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya