Berita

Politik

Jokowi Diharapkan Memulai Koalisi Ideologis

MINGGU, 20 APRIL 2014 | 17:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada kabar koalisi antara PPP dan Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 disepakati bukan karena pertimbangan ideologi, tapi faktor lain yang sifatnya sangat pragmatis.

Menurut peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra, jika kabar tersebut benar maka makin  menguatkan anggapan sejak era reformsi, demokrasi di Indonesia telah dibajak oleh kekuatan kapital. Orang kaya yang punya modal banyak dan akses yang luas kepada sumber-sumber kapital dengan gampang bisa meraih kursi, apakah itu kursi legislatif maupun eksekutif.

"Politik uang yang tertangkap di kamera media hanya segelintir kasus dari yang jauh lebih besar. Besar kemungkinan, koalisi politik menjelang pilpres 2014 dilakukan hanya akan berdasar pada kepentingan pragmatis belaka," kata Gede kepada wartawan (Minggu, 20/4).


Gede berharap ada parpol atau capres yang membangun koalisi dengan alasan-alasan ideologis. Dia melihat harapan ini bisa dilakukan oleh PDIP dan capresnya, Jokowi. Kerjasama politik murni berdasarkan ideologi dan platform politik, bukan berdasarkan seberapa banyak kapital yang dimiliki oleh si calon sekutu. Atau bukan lagi karena pertimbangan si calon sekutu dapat membiayai ongkos kampanye tanpa mempedulikan karakter ideologi si calon tersebut.

Jika parpol melakukan kerjasama seperti demikian itu, katanya, maka selamat datang kembalinya oligarki politik yang dikuasai pemodal dan Indonesia tidak akan berubah.

"Mungkin Pak Jokowi dapat memulai tradisi terhormat ini," katanya.

Gede mencontohkan dari isu platform kedaulatan energi dan pertambangan misalnya, Jokowi harus memilih cawapres yang paham dan memiliki kemampuan menegakkan kedaulatan energi dan pertambangan kita. Pertimbangan lainnya, orang tersebut punya keberanian mewujudkan dan mengawal kedaulatan Bangsa Indonesia.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya