Berita

Prabowo Subianto/net

Politik

Partai Islam Lebih Condong ke Prabowo Subianto

MINGGU, 20 APRIL 2014 | 17:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai-partai berbasis massa Islam diyakini pada akhirnya akan lebih memilih berkoalisi dengan Partai Gerindra daripada dengan PDI Perjuangan maupun Partai Golkar.

Menurut pengamat politik yang juga Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Umar S. Bakry, sedikitnya ada tiga faktor yang membuat peluang Partai Gerindra lebih didukung partai Islam daripada dua poros koalisi lainnya.

Pertama, secarai deologis platform Gerindra lebih bisa diterima bahkan didukung oleh partai Islam. Gerindra yang menonjolkan nasionalisme dan anti dominasi asing lebih nyetel dengan aspirasi sebagian besar konstituen partai Islam.


Kedua, secara historis tidak pernah ada friksi antara partai Islam dengan Prabowo Subianto maupun dengan Gerindra. Bahkan saat masih aktif di dinas kemiliteran Prabowo dikenal sebagaisosok perwira yang selalu membela kepentingan ormas-ormas Islam yang dimarjinalkan rezim Orde Baru.

Ketiga, sikap PDI Perjuangan yang katanya tidak menghendaki koalisi transaksional secara tidak langsung menguntungkan posisi Gerindra.

"Prabowo akan menjadi alternatif bagi partai-partai yang kecewa terhadap sikap Jokowi dan PDI Perjuangan," kata Umar dalam keterangannya, Minggu (20/14).

Seperti diketahui, dari empat partai Islam (PKB, PAN, PKS dan PPP) yang hampir pasti lolos parliamentary threshold 3,5 persen, belum ada satu partai pun yang secara transparan akan berkoalisi dengan siapa. Pertemuan partai-partai dan ormas Islam di Cikini belum lama ini juga tidak mengisyaratkan apakah akan mendukung Jokowi, ARB, Prabowo atau akan membentuk koalisi alternatif.

PKB yang semula diperkirakan akan mengarah ke PDI Perjuangan, kelihatannya mulai mengambil jarak karena statemen Jokowi yang tidak menginginkan koalisi bagi-bagi kursi atau koalisi transaksional. Dan PPP yang tadinya sudah dengan tegas mendukung Prabowo, belakangan dibatalkan oleh sejumlah pengurus teras partai tersebut. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya