Berita

Polisi: SMS dari Korban Sewol Dipastikan Hoax

SABTU, 19 APRIL 2014 | 16:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pihak kepolisian Korea Selatan meminta agar masyarakat dan terutama keluarga korban tidak terperdaya oleh pesan pendek yang beredar yang disebutkan berasal dari korban kapal feri Sewol.

Kapal feri ini mengalami kecelakaan hari Rabu (16/4) dalam perjalanan dari Incheon di tepi barat Korea Selatan menuju Pulau Jeju di selatan. Diperkirakan sekitar 300 penumpang yang sebagian besar adalam siswa sekolah meninggal dalam kecelakaan ini.

Polisi juga mengatakan akan mencari pihak yang menyebarkan pesan pendek bohong itu dan akan memberikan hukuman yang berat.


"Investigasi yang dilakukan Pusat Respon Teror Siber Kepolisian memverifikasi bahwa semua pesan pendek yang dipertanyakan itu adalah palsu," demikian diumumkan Kepolisian Korea Selatan dalam akun Twitter resmi.

"Kami akan menyelidiki siapa pihak yang mengirimkan pesan itu," ujar Kepala tim Kepolisian dan Kejaksaan Lee Sung Yoon yang menangani hal ini seperti dikutip dari CNN.

Di antara pesan pendek palsu itu adalah yang berbunyi: "Saya masih selamat, di kafetaria (Sewol). Tolong saya, baterai telepon genggam saya mulai habis. Tolonglah percaya saya."

Ada juga pesan palsu yang berbunyi: "Telepon saya tidak berfungsi dan saya berada di dalam boat. Saya tidak bisa melihat apa-apa."

Pesan-pesan ini beredar di jejaring media sosial 24 jam setelah kecelakaan terjadi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya