Berita

Politik

PILPRES 2014

Umat Beri Kesempatan Pimpinan Parpol Tobat

JUMAT, 18 APRIL 2014 | 17:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perolehan suara hasil hitung cepat (quick count) pemilu legislatif (Pileg) menempatkan posisi partai-partai berbasis Islam dalam posisi strategis yang memiliki daya tawar tinggi untuk berkoalisi.

PKB misalnya, mengalami kenaikan suara sangat signifikan dibanding tahun 2009 dengan memperoleh sekitar 9 persen suara, sementara perolehan suara PKS, PAN dan PPP stabil.

Jurubicara Presiden era Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M. Massardi, mengingatkan naik atau stabilnya perolehan suara PKB, PKS, PAN dan PPP dalam pemilu 2014 bukan berarti umat setuju perilaku korup yang dicerminkan para pimpinan parpol tersebut. Kondisi tersebut juga bukan berarti umat memaklumi pimpinan parpol yang selama ini tak peduli nasib rakyat.


"Tapi harus dipahami sebagai pemberian kesempatan oleh umat agar bertobat dan memperbaiki kelakuan serta berjuang untuk menyejahterakan rakyat," kata Adhie dalam Maklumat Jumat-nya, Jumat (18/4).

Pimpinan parpol, katanya, selama ini tak peduli nasib rakyat yang dibikin makin melarat oleh rezim SBY yang justru dibela mati-matian mereka.

Dikatakan, demokrasi merupakan cara untuk menyejahterakan rakyat tertindas lagi miskin. Karenanya dia Adhie mengingatkan, kalau kepercayaan dan kesempatan yang diberikan umat pada pemilu 2014 malah dijadikan persekongkolan untuk sekedar meraih kekuasaan guna kembali memperkaya diri para pimpinan parpol, maka sungguh azab Allah sangat pedih.

"Urungkanlah niat persekongkolan itu, kecuali demi kemaslahatan umat dan bukan untuk menghadang kekuatan perubahan. Karena sesungguhnya, demokrasi itu cara untuk menyejahterakan mereka (orang-orang yang tertindas lagi miskin)," demikian Adhie.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya