Berita

prabowo saat kampanye dukung jokowi di pilgub jakarta

Jokowi Lawan Prabowo, Fakta Ironis Sekaligus Tragis

RABU, 16 APRIL 2014 | 22:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Calon Presiden PDIP Joko Widodo bakal 'berduel sengit' dengan Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 ini.

Namun, pertarungan dua kandidat terkuat itu sejatinya tidak terjadi kalau Jokowi sadar diri dan tahu berterima kasih.

"Jokowi lawan Prabowo merupakan suatu fakta yang ironis sekaligus tragis," jelas Direktur The Indonesian Reform Syahrul Efendi Dasopang, kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Rabu, 16/4).


Syahrul mengungkapkan demikian karena Jokowi saat ini masih mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai 2017.

Selain itu pula, semua orang tahu bahwa sejak awal Prabowo yang mendorong Jokowi maju dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2012. Ketika itu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno masih ragu-ragu mendukung Jokowi karena dikabarkan masih mempertimbangkan akan menyandingkan kadernya, Adang Ruchiatna berpasangan dengan Fauzi Bowo.

Apalagi, dengan koalisi bersama Gerindra, PDIP bisa mengusung cagub-cawagub karena memenuhi syarat pencalonan, yakni minimal 15 kursi di DPRD DKI. Kursi PDIP 11; sementara Gerindra memiliki 6 kursi.

"Saat itu Prabowo membayangkan suatu saat kelak Jokowi dapat membalas dengan dukungan politik yang setimpal," imbuh Syahrul.

Namun ternyata dalam perjalanan waktu, bukan dukungan yang diperoleh Prabowo dari Jokowi. Tapi, sambung Syahrul, Jokowi malah menghadiahi Prabowo sebuah tantangan untuk berduel dalam memperebutkan kekuasaan puncak di Indonesia.

"Sebenarnya jika kita mau jujur, Jokowi ini juga termasuk raja tega," demikian Syahrul, yang juga mantan Ketua Umum PB HMI ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya