Berita

Politik

Parpol Islam, Suara Umat Tidak untuk Ditransaksikan!

RABU, 16 APRIL 2014 | 20:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai politik berbasis massa Islam diminta tidak mentransaksikan suara umat Islam yang telah diberikan dalam pemilu legislatif 9 April lalu.  Partai politik berbasis massa Islam tidak seharunya melakukan manuver-manuver politik seenaknya, menjajakan suara seenaknya seperti barang dagangan murahan.

"Saat ini kita dipertontonkan aksi-aksi beberapa elit politik berbasis massa Islam yang dengan seenaknya mentransaksikan suara umat Islam. Dalam konteks pemilihan presiden nanti, partai politik berbasis massa Islam seharusnya bertanya kepada umat Islam, apa yang menjadi keinginan umat Islam," ujar Ketua Umum Presidium Solidritas Umat Islam Indonesia (SOMASI) Yogyakarta, Zulkifli Halim, dalam keterangan kepada redaksi sesaat tadi (Rabu, 16/4).

Menurut Zulkifki, aspirasi yang berkembang di beberapa tokoh Islam di Yogyakarta cenderung menginginkan agar partai berbasis massa Islam bersatu dan mengusung pasangan capres�"cawapres dengan membawa agenda perbaikan bangsa yang jelas.


Dikatakan Ketua Majelis Wilayah KAHMI Yogyakarta itu, umat Islam tidak kekurangan figur yang bisa diusung untuk menjadi capres-cawapres. Tokoh-tokoh umat Islam di Yogyakarta menyayangkan aksi-aksi sejumlah elit politik berbasis massa Islam yang menjajakan suara umat Islam seenaknya.

Menurut dia, partai politik berbasis massa Islam sudah diberi kepercayaan oleh umat Islam, oleh karena itu harus disyukuri dengan cara mengoptimalkan kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya.

"Jika partai berbasis massa Islam ini tidak mendengarkan aspirasi yang berkembang dalam umat Islam, maka jangan berharap di periode-peride pemilu yang akan datang akan dipercaya kembali oleh umat Islam," tutup Zulkifli.  [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya