Berita

ilustrasi/net

Politik

PILPRES 2014

Ada Jenderal Main Dua Kaki

RABU, 16 APRIL 2014 | 16:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi) menghadapi Pilpres 2014 sudah selesai digodok. Seperti ditegaskan Jokowi tim suksesnya berbeda dengan tim pemenangan Pileg lalu yang dikomandoi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Puan Maharani.

Informasi yang diperoleh redaksi, tim pemenangan dibentuk bersama seorang purnawirawan jenderal. Tim pemenangan disusun lengkap dengan bagan organisasi.

Jokowi tidak asing dengan sang jenderal. Hubungan keduanya sudah terjalin lama saat Jokowi masih menjabat Walikota Solo. Jokowi berutang banyak kepada sang jenderal karena bisnis miliknya dan keluarga berkembang cukup besar hasil 'sapihan' sang jenderal.


Tim sukses tinggal mendapat persetujuan Megawati Soekarnoputri dan mengumumkannya ke publik. Tapi jadi persoalan karena menguat kekhawatiran Megawati bakal tidak setuju. Sang Jenderal diketahui aktif di salah satu partai politik dengan jabatan sangat strategis. Bahkan, dia juga memegang kendali tim pemenangan capres yang diusung partai tersebut.

Guna memuluskan langkahnya, sang Jenderal sudah menguasai sejumlah elit PDI Perjuangan yang selama ini dikenal dekat dengan Megawati alias Ring 1-nya Megawati.

Informasi lainnya, sang Jenderal sangat berkeinginan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Sang jenderal memasang strategi lain, yakni setelah jadi cawapres Jokowi dan terpilih di pilpres, bakal mengambil alih kendali partai tempatnya kini bernaung.

Di lain posisi, Jokowi mengambil alih PDI Perjuangan dari Megawati dan trah Soekarno. Rencana ini gampang dilakukan ketika Jokowi jadi presiden meskipun Megawati sudah menyampaikan pesan lewat dua petinggi partainya meminta agar Jokowi tidak menjadi ketua umum PDI Perjuangan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya