Berita

prabowo-sby

SBY Bisa Jadi Pelumas Prabowo Menuju Kursi RI 1

SELASA, 15 APRIL 2014 | 22:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Gerindra disarankan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Pasalnya, Susilo Bambang Yudhoyono bisa jadi pelumas bagi Prabowo Subianto untuk melapangkan jalan menuju Pilpres 2014.

"Selain raihan suara Demokrat yang 9-10% versi quick count, dukungan SBY pada Prabowo dapat menjadi pesan komunikasi politik yang efektif. Karena terkesan SBY sudah memilih penerusnya sebagai presiden RI," jelas pengamat komunikasi politik Hendri Satrio (Selasa, 15/4).

Apalagi, Demokrat memiliki sederet figur peserta konvensi yang cocok untuk menjadi cawapres bagi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu. Meski memang, tokoh tersebut harus yang bisa menyangi citra Joko Widodo, capres PDIP.


"Figur Anies Baswedan atau Dahlan Iskan yang lebih humble, sering senyum dan merakyat sangat diunggulkan dapat menyaingi pencitraan Jokowi. Bila kelak Prabowo memilih Anies sebagai cawapres, pertarungan Pilpres akan sulit diprediksi pemenangnya," ungkap akademisi Universitas Paramadina ini.

Hendri mengakui SBY juga bisa saja melapangkan jalan bagi besannya, Hatta Rajasa untuk maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo.

"Tapi menurut saya, Gerindra nggak akan move on bila sama Hatta. Karena ya itu tadi, kalau mau menang Prabowo perlu figur pesaing Jokowi. Hatta nggak punya pencitraan Jokowi. Saat ini yang punya pencitraan mirip Jokowi itu adalah Dahlan, Anies dan Risma (Tri Rismaharini)," tekan Hendri.

Selain itu, menurutnya tidak bagus secara komunikasi politik bila Prabowo Subianto-Hatta Rajasa disingkat menjadi Prahara. "Kalau pakai Prabowo Berjasa pun akan terkesan Prabowo tidak humble," tandasnya.[zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya