Berita

M. Hanif Dhakiri/NET

Politik

Garda Bangsa Minta PKB Disiplin Soal Pilpres

SELASA, 15 APRIL 2014 | 20:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dinamika pembentukan koalisi politik semakin cepat dan intensif. Garda Bangsa meminta seluruh kader PKB agar disiplin politik dalam menyikapi perkembangan yang ada.

Demikian dikatakan Ketua Umum DKN Garda Bangsa M. Hanif Dhakiri saat dihubungi wartawan di Jakarta (Selasa, 15/4). Menurut Hanif, ada fenomena di luar yang mendorong-dorong PKB agar salah langkah mengambil posisi politik. Mereka mendorong-dorong kader PKB seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD untuk menggalang koalisi alternatif yang tidak realistis. Hanif mencontohkan koalisi partai Islam yang menurutnya sulit diwujudkan.

"Walaupun kita terus komunikasi dengan partai-partai Islam, rasanya sulit untuk bikin koalisi parpol Islam. Faktornya banyak, dan yang paling utama karena sesungguhnya mimpi politik parpol Islam itu beda-beda," terang Ketua DPP PKB ini.


Oleh karena itu, Hanif meminta kader-kader PKB untuk lebih disiplin dalam berpolitik agar DPP PKB lebih mudah menyikapi perkembangan yang ada.

"Sudahlah, nggak usah aneh-aneh. Jangan main sendiri-sendiri. Semua kader harus disiplin. Tunggu perintah DPP PKB aja agar semuanya enak. Toh semua proses itu bukan ditujukan untuk kepentingan orang per orang, melainkan untuk kepentingan PKB, NU dan bangsa Indonesia," tambahnya.

Dalam pandangan Hanif, disiplin politik dan kebersamaan saat ini sangat penting agar PKB bisa bermain cantik. Sekretaris FPKB DPR RI ini juga percaya bahwa Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar akan mengambil langkah-langkah terbaik untuk kebaikan PKB, NU dan bangsa Indonesia.

"Cak Imin sudah berhasil menancapkan tonggak kebangkitan politik NU di pileg kemarin. Dia pasti akan melakukan hal yang sama untuk pilpres mendatang. Cak Imin sudah teruji dan terbukti," kata Hanif mengakhiri percakapan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya