Berita

Bisnis

Apkasi: Pengusaha Mesti Segera Antisipasi ASEAN Open Sky

SELASA, 15 APRIL 2014 | 11:03 WIB | LAPORAN:

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mendorong pengusaha untuk mengantisipasi dampak pasar bebas ASEAN seiring dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (Asean Economic Community) pada 2015.

Menurut Ketua Umum Apkasi Isran Noor melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/4), pengusaha dapat mengantisipasi pasar bebas ASEAN dengan meningkatkan intensitas hubungan dagang.  Pengusaha Indonesia dituntut mampu menerobos sekaligus memenangkan persaingan pasar tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat global.

Sebelumnya, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo menyatakan bahwa kebijakan "ASEAN Open Sky" yang bakal membuka keran liberalisasi dunia penerbangan kawasan Asia Tenggara perlu segera diantisipasi. Hal-hal yang perlu diantisipasi itu antara lain dengan membentuk aturan yang selaras dan bermanfaat bagi Indonesia.


Ia mengatakan bahwa sudah terdapat roadmap ASEAN Single Aviation Market hingga di atas tahun 2015 meliputi elemen ekonomi dan teknis sehingga perlu mengantisipasinya pada tingkat nasional. Menurut Djoko Murjatmodjo, kesimpulan dari Badan Litbang Perhubungan menyatakan secara regulasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan telah siap menghadapi "ASEAN Open Sky".

Namun, lanjut dia, perlu terdapat penajaman kajian tidak hanya sebatas UU tetapi juga sejumlah aturan di bawahnya apakah perlu diperbaiki atau ditambah. Hal lain yang mesti diantisipasi, kata dia, antara lain terkait dengan kemungkinan penyatuan standar keamanan dan manajemen lalu lintas penerbangan di ASEAN.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya