Petinju kenamaan Filipina Manny Pacquiao akhirnya sukses merebut kembali gelarnya yang direbut Timothy Bradley dua tahun lalu. Sabuk juara dunia kelas welter versi badan tinju WBO itu dicuri Bradley yang mengukir kemenangan kontroversial atas Pacquaio.
Dalam pertarungan yang digelar di MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat, kemaein siang WIB, kedua petinju berupaya memperlihatkan kelasnya sebagai petinju dunia. Kecepatan dan keagresifan dalam menyerang serta kemampuan bertahan yang bagus kerap mereka pertontonkan sejak bel pertama berbunyi.
Pada ronde kedua, Bradley yang naik ring berstatus juara bertahan terkena sengat pukulan tajam Paquino di wajahnya. Jual beli pukulan keduanya pun tak terelakkan dan membuat laga semakin hidup.
Hingga satu ronde berikutnya, Pacquiao masih tetap mendominasi pertempuran. Memasuki ronde keempat, Bradley tampil lebih baik. Perubahan gaya bertarung yang dilakukannya membuat pukulan baliknya mendarat keras ke kepala Pacquiao. Bahkan, satu pukulan sempat membuat kaki Pacquiao goyah.
Pacquiao terus memberikan tekanannya pada ronde ke-11, sementara Desert Storm (julukan Bradley) terus menjaga pertahanannya. Pada ronde terakhir, Bradley bertarung sangat agresif, namun Pacquiao juga keluar dari sarangnya.
Beberapa saat sebelum bel terakhir berbunyi, sempat terjadi benturan kepala, dan membuat pelipis kiri Pacquiao sedikit terluka. Laga kembali dilanjutkan, dan kedua petinju kembali bertukar pukulan hingga bel terakhir berbunyi. Duel ulang berakhir dengan skor 116-112, 116-112, 118-110 untuk Pacquiao.
Selain merebut gelar juaranya yang sempat dicuri dua tahun lalu, kemenangan ini sekaligus menambah rekor profesionalnya menjadi 56 kemenangan (38KO), lima kekalahan dan dua kali imbang. Sedangkan bagi Bradley, ini merupakan kekalahan profesionak pertamanya dan menorehkan 31 kemenangan (12 KO), dan satu laga lainnya berakhir dengan
no contest. “Saya membuktikan malam ini, bahwa perjalanan saya di tinju akan berlanjut,†kata Pacquiao usai pertarungan seperti dilansir BBC, kemarin. Dalam kesempatan itu, Paquino menegaskan, masih akan naik ring hingga beberapa tahun kedepan. “Beberapa tahun lagi. Tidak ada masalah buat saya. Tugas saya adalah berjuang di ring tinju - dengan lawan siapa pun,†tegasnya.
Mengomentari kekalahannya, Bradley, 30 menyatakan dirinya siap ketemu lagi dengan Pac Man untuk ketiga kali. “Saya bertekad untuk menjatuhkannya. Saya dikalahkan di sini, tapi perang belum berakhir,†ujarnya. ***