Berita

Politik

PPP Daerah Ultimatum Pusat Lengserkan Suryadharma Ali

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 21:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tindakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) ikut kampanye Partai Gerindra berbuntut panjang. Sebanyak 27 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP berkumpul di Bogor mendesak penggulingan SDA.

"Kita di bawah berdarah-darah mengumpulan satu suara bertarung dengan partai lain. Tapi ternyata, ini tidak dilakukan Ketua Umum kami," ujar Ketua DPW PPP Jawa Barat Rahmat Yasin mewakil 26 DPW lainnya di Bogor (Minggu, 13/4).

DPW yang mendukung penggulingan SDA antara lain DPW Jawa Barat, DPW Sulawesi Selatan, DPW Papua, DPW Maluku Utara, DPW Bangka Belitung, DPW Riau, DPW NTT, DPW Maluku, DPW Kepulauan Riau, DPW Aceh, DPW Bengkulu, dan DPW DKI Jakarta. 27 DPW memberi tenggat hingga 15 April bagi DPP PPP menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) membahas sanksi untuk SDA.


Rahmat Yasin mengatakan tindakan SDA melanggar AD/ART partai. Menurut dia, tindakan SDA yang menghadiri kampanye Gerindra di Gelora Bung Karno jadi sejarah pertama kalinya di Indonesia ketua umum sebuah partai berkampanye untuk partai lainnya. Bahkan, dalam kesempatan tersebut SDA memberikan orasi politik dan secara terang-terangan menyatakan dukungan.

"Kami mendesak DPP PPP meminta pertanggungjawaban ketua umum. Intinya tidak boleh ada yang membantu lawan politik atau partai yang lain. Tapi ternyata, ini pun dilanggar oleh Ketua Umum kami," papar Yasin.

DPW-DPW PPP berpandangan tindakan SDA itu menjadi penyebab PPP tidak bisa mencapai target perolehan suara dalam pemilihan legislatif. Kehadiran SDA di kampanye Partai Gerindra, katanya, membuat PPP tersubordinasi sehingga publik yang tadinya mau memilih PPP tak jadi memilih PPP.

"Ini menggoyahkan PPP di berbagai kabupaten/kota, dan bahasa tubuhnya. ," ujarnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya