Berita

jk/net

Politik

JK Ingkar Janji 'Pulang Kampung'

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 19:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jusuf Kalla alias JK mengingkari janjinya sendiri apabila benar-benar melantai di bursa Pilpres 2014 baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

"Kita semua masih ingat, pada saat kampanye pilpres 2009 JK berjanji akan pulang kampung kalau tidak terpilih. Kok sekarang malah maju lagi. Itu namanya ingkar janji," kata pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto, kepada redaksi sesaat lalu (Minggu, 13/4).

Sgy, demikian Sugiyanto disapa, mengingatkan janji tersebut disampaikan JK saat debat capres bersama Megawati dan SBY pada Pilpres 2009 di Balai Sarbini, Jakarta, minggu pertama Juli 2009.  Janji terlontar dari mulut JK saat ditanya tentang apa yang akan dilakukan bila ternyata tidak menang dalam Pilpres 2009.


Menjawab pertanyaan tersebut JK menyatakan dirinya akan berkontrasi pada masalah pendidikan, keagamaan dan terlibat dalam berbagai kegiatan perdamaian dunia tapi semuanya akan dilakukan dari kampung halamannya.

"Saya akan pulang kampung, mengurus pendidikan, masjid dan perdamaian dunia," kata JK yang ketika itu berpasangan dengan Wiranto.

Menurut Sgy, pulang kampung yang dijanjikan JK tak bisa dipahami seperti istilah pulang kampungnya seseorang menjelang lebaran. Maksudnya, orang tersebut bisa kembali merantau ke kota setelah lebaran usai.

"Publik paham dengan janji itu JK tak akan lagi nyapres atau mau jadi cawapres. Tapi kalau janji itu sekarang bermakna lain bisa saja, namanya juga politisi," papar Sgy.

Ditambahkan dia, soal ingkar janji JK ini akan jadi masalah serius bila JK benar-benar maju jadi cawapres Jokowi. Istilah ingkar janji dalam kamus politik kita akan bertambah setelah sebelumnya istilah tersebut dilekatkan pada Jokowi dan PDI Perjuangan.

Jokowi ingkar janji karena maju sebagai calon presiden padahal pada saat kampanye Pilkada DKI dia menyatakan akan menyelesaikan jabatan sebagai Gubernur DKI sampai 2019. Sementara PDI Perjuangan dianggap mengingkari janji karena tidak mendukung pencapresan Prabowo Subianto seperti tertulis dalam perjanjian Batutulis dengan Gerindra.

"Kalau Jokowi jadi berpasangan dengan JK, pasangan ini bakal ramai disebut pasangan yang sama-sama ingkar janji," demikian Sgy. [dem] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya