Berita

jokowi/net

Politik

Jokowi Benar-benar Bisa Jadi Boneka

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 19:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDI Perjuangan disarankan untuk tidak menduetkan Jokowi dengan tokoh yang memiliki track record kurang baik sebab dapat menghambat pemerintahan baru dalam melakukan terobosan menuju Indonesia hebat.

Kalangan pengamat menilai tokoh yang tidak layak jadi pendamping Jokowi salah salah satunya adalah Jusuf Kalla alias JK.

"JK sudah pernah jadi wakil Presiden yang jejak rekamnya minim prestasi. Selama lima tahun mendampingi SBY sebagai presiden, JK tidak bisa berbuat apa-apa dan malah syarat melakukan KKN," kata Lukman Hakim dari Lembaga Studi Kebangsaan 1998 (Lastika 98) kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 13/4).


Lukman mengatakan kalau Jokowi jadi diduetkan dengan JK maka harapan rakyat untuk Indonesia yang lebih baik pupus sudah. Lebih dari itu, besar kemungkinan bila Jokowi-JK nanti terpilih, JK jadi the real president sementara Jokowi hanya sebagai simbol bahkan boneka saja.

"Ingat, ketika jadi wapresnya SBY, JK dengan mudah merebut Ketua Umum Golkar sehingga mempunyai posisi tawar yang luar biasa di kekuasaan. Ketika itu SBY pun tersandera. Jika JK jadi wapresnya Jokowi maka JK dengan mudah akan merebut Golkar kembali dan PDIP akan gigit jari karena permainan kekuasaan JK dan Golkar lebih lihai," papar pengajar di salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu.

JK semestinya mengikuti langkah Megawati Soekarnoputri yang memberi kesempatan kepada yang lebih muda dan memiliki kemampuan memimpin maju pada pemilihan presiden Juli 2014. Kerelaan Megawati itu merupakan jalan bagi terjadinya regenerasi kepemimpinan nasional.

"JK sudah berumur 72 tahun, artinya secara alamiah kemampuan fisiknya sudah sangat terbatas. Kalau JK jadi wapresnya Jokowi maka ada udang dibalik Rempeyek yaitu ada indikasi untuk kepentingan kelompoknya," demikian Lukman.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya