Berita

Joko widodo/net

Surya Paloh Sadari Kekeliruan tentang JK

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 10:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bagaimana pun juga Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh masih punya idealisme yang kuat untuk membantu memperbaiki berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Tadinya, atas bisikan segelintir orang Surya Paloh ingin mendorong mantan wapres Jusuf Kalla untuk dijadikan pendamping Joko Widodo dalam pemilihan presiden mendatang.

Tetapi, berbagai masukan dan saran yang disampaikan kalangan terdekat dengan dirinya membuat sedikit banyak keinginan itu mulai berkurang. Indikasi paling jelas tampak dalam pertemuan antara Surya Paloh dengan Jokowi kemarin (Sabtu, 12/4). Nama JK sempat disinggung, tetapi ditegaskan bukan untuk posisi RI-2.


Di antara saran yang disampaikan itu mengatakan, membawa JK yang merupakan bagian dari anasir kekuatan lama akan mempersulit restorasi Indonesia.

Pemerintahan Jokowi bisa menghabiskan waktu untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai sosok JK yang punya sisi kontroversial itu.

Padahal pemerintahan Jokowi harus menggunakan golden period yang singkat dengan segera bekerja setelah dilantik.

Informasi lain yang diperoleh mengatakan SP kini sedang mencermati ulang tokoh yang akan didukung partainya sebagai cawapres. Tokoh itu haruslah memiliki syarat mutlak yang diinginkan PDIP maupun Nasdem, membela ajaran Trisakti Bung Karno dan tidak mengedepankan kepentingan kelompok dan pribadi, serta tidak memiliki catatan memperkaya diri dan keluarga dengan memanfaatkan jabatan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya