Berita

GW, RR dan AM Ekonom Profesional yang Pantas Dampingi Jokowi

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 10:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dari kalangan ekonom profesional ada tiga nama yang dipandang sangat pantas mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2014 bulan Juli mendatang.

Ketiga ekonom profesional itu adalah Gita Wirjawan, Rizal Ramli dan Agus Martowardojo.

Demikian disampaikan Direktur Riset Survei Nusantara Network (SNN), Meidy Poluan, dalam diskusi terbatas yang digelar di Jakarta kemarin (Sabtu, 12/4).


Kehadiran salah seorang dari ketiga ekonom itu sangat signifikan terhadap kemampuan pemerintahan Jokowi menangani masalah ekonomi.

"Ketiganya punya pengalaman matang di bidang masing-masing serta punya trackrecord bagus," ujar Poluan.

Dia menyimpulkan, ketiganya memiliki kapasitas yang dibutuhkan Jokowi dan benar-benar profesional.

"Kita butuh lebih banyak sosok profesional di level teratas serta tentu di jajaran kabinet berikut. Bukan lagi politisi, agar manajemen pemerintahan berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan, mengatasi ketimpangan dan bermartabat di percaturan global," tandasnya.

Senada dengan itu, Boy Iskandar dari Perhimpunan Indonesia Timur untuk Indonesia, mengatakan, ketiga sosok ini sudah terbukti punya visi dan konsep jelas terhadap upaya membangun NKRI tanpa ada yang merasa sebagai dijadikan anak tiri.

"Ketimpangan kawasan (Timur dan Barat, Jawa dan Luar Jawa), harus bisa diatasi secara sistematik, jelas tahapannya dan punya jangka waktu tegas, tanpa muluk-muluk atau penuh janji-janji retorika, agar negeri NKRI ini tetap jaya," tegasnya.

Dia menunjuk sisi positif Gita Wirjawan yang sejak menjabat Kepala BKPM hingga Menteri Perdagangan bisa mulai menyeimbangkan total investasi kawasan Timur dan Barat.

Begitu pula, menurutnya, komitmen tegas Rizal Ramli membangun lebih banyak pelabuhan maupun pembenahan infrastruktur di KTI, sama seperti Gita Wirjawan.

"Keduanya juga punya kapabilitas mengelola ekonomi Indonesia menghadapi percaturan global," demikian Boy Iskandar. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya