Berita

Politik

PDIP: Pemberitaan The Jakarta Post Penuh Fitnah

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 07:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemberitaan The Jakarta Post (Sabtu, 2/4) yang menyebut Puan Maharani memarahi dan mengusir Joko Widodo dari kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar pada Rabu lalu (9/4) sangat disesalkan PDI Perjuangan.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa informasi itu sama sekali tidak benar dan tak sesuai fakta.

"PDI Perjuangan menyesalkan dan terkejut dengan pemberitaan The Jakarta Post hari ini karena tidak sesuai dengan fakta yang ada," kata Hasto Sabtu malam (12/4).


The Jakarta Post memberitakan, kubu Jokowi dan Puan selaku Ketua Bappilu PDIP berdebat dan saling menyalahkan pascapengumuman hitung cepat hasil pileg oleh sejumlah lembaga survei, Rabu lalu (9/4). Bahkan disebutkan bahwa Puan meminta Jokowi meninggalkan kediaman Megawati karena kecewa popularitas Jokowi tidak mampu mendongkrak perolehan suara hingga 30 persen dan memuluskan langkah Puan menjadi cawapres. Tak hanya itu juga disebutkan bahwa Megawati berlinang air mata melihat perdebatan itu.

Hasto pun menegaskan, Rabu itu Megawati Jokowi dan beberapa sahabat tidak berada di rumah Teuku Umar. Dengan demikian tidak ada pertemuan maupun perdebatan itu.

"Pada saat itu Ibu Megawati, Pak Jokowi, dan beberapa sahabat beliau sedang menikmati makan malam, sekaligus membicarakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan pemilu," kata Hasto.

Karenanya, Hasto menyatakan bahwa PDIP merasa difitnah dan disudutkan dengan pemberitaan The Jakarta Post ini. Untuk itu, Hasto mendesak The Jakarta Post meminta maaf.

"Kami menilai bahwa pemberitaan itu merupakan kesalahan fatal dalam pelaksanaan kaidah jurnalistik. Ini blunder besar bagi media sekelas The Jakarta Post," kata Hasto.

Lebih jauh PDIP berharap The Jakarta Post sesuai kaidah jurnalistik dan UU Pokok Pers memberikan ralat atas pemberitaan itu. PDI Perjuangan menganggap media merupakan mitra dalam pengembangan demokrasi yang sehat, jujur dan adil di Indonesia.

"Jadi, besar harapan kami, redaksi The Jakarta Post memberikan klarifikasi dan meralat pemberitaan tersebut serta menyampaikan permohonan maaf atas diabaikannya kaidah jurnalistik tersebut," ucap Hasto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya