Berita

foto: net

PDIP: Berita Puan Maharani Usir Jokowi Menyesatkan!

SABTU, 12 APRIL 2014 | 15:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejak pencoblosan pada tanggal 9 April, hingga saat ini, Jokowi tidak pernah bertemu lagi dengan Puan Maharani.

Demikian pernyataan Jokowi kepada tim media PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, beberapa saat lalu. Kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 12/4) Eva mengatakan, pernyataan Jokowi ini sebagai bagian dari bantahan atas pemberitaan Jakarta Post, hari ini.

Di Jakarta Post disebutkan, Jokowi sempat diusir oleh Puan Maharani dalam evaluasi  quick count. Megawati pun menangis, namun bukan karena pengusiran itu melainkan karena melihat perselisihan antara Puan dengan anak kedua dari suami pertamanya, Prananda. Dalam perselisihan itu Pranana membela Jokowi.


Menurut Jokowi,  sambung Eva, evaluasi hasil quick count pada Rabu tanggal 9 April Mei itu, hanya dengan Megawati, dan tanpa dihadiri Puan dan Prananda.

"Pemberitaan Jakarta Post amat menyesatkan dan tidak benar adanya," tegas Eva, yang juga anggota Komisi III DPR.

Pemberitaan tersebut, lanjut Eva, sangat disesalkan karena tidak mengkonfirmasi langsung ke sumber berita, yaitu Jokowi. Sehingga menimbulkan kerugian bagi semua pihak yang diberitakan.

"Pak Jokowi berharap Jakarta Post segera mengkoreksi pemberitaan tersebut supaya tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pak Jokowi berharap agar di masa mendatang, hal tersebut tidak terjadi lagi," ungkap Eva.

Fakta yang sebenarnya terjadi, Eva melanjutkan penjelasan, segera setelah quick count, Megawati dan Jokowi langsung melakukan evaluasi sekaligus menyusun konsep kampanye Pilpres. Sejak tanggal 9 itu, mereka berdua memfinalisasi organisasi dan tim pendukung kampanye pemenangan pilpres termasuk penentuan cawapres.

"Hasil quick count diterima dengan gembira karena rakyat telah mengantar PDIP sebagai pemenang pileg. Walau meleset dari pencapaian target, tapi PDIP tetap sebagai pemenang pileg," kata Eva.

Saat ini, lanjut Eva, berdasarkan keterangan Jokowi juga, situasi internal PDIP kondusif, dan saat ini struktur PDIP mengawal ketat proses real count yang banyak bermasalah di berbagai daerah terkait temuan kecurangan-kecurangan yang merugikan PDIP. Sementara urusan persiapan kampanye pilpres sepenuhnya ditangani langsung Megawati dan Jokowi termasuk pertemuan tadi malam antara keduanya di Teuku Umar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya