Berita

ilustrasi/net

Pilpres 2014 Jadi Medan Pertempuran Pandawa dan Kurawa

JUMAT, 11 APRIL 2014 | 13:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mau tak mau, dengan perolehan suara sementara berdasarkan hasil quick count  yang belum menembus 20 persen, PDI Perjuangan perlu membangun komunikasi politik dan berkoalisi dengan partai-partai lain untuk mengusung Jokowi sebagai presiden.

"Pilpres 2014 ini menimbulkan konsesi-konsesi politik yang berbeda dengan pilpres 2009, dan berujung terbentuknya dua kubu koalisi besar," kata politisi PDI Perjuangan, Fahmi Alhabsy, beberapa saat lalu (Jumat, 11/4).

Pilpres 2014 ini, lanjut Fahmi, cukup mengerikan karena konsesi-konsesi politik yang akan diminta bukan lagi sekedar bagi-bagi menteri tapi siapa yang bisa menjamin keamanan dari kasus-kasus korupsi elit politik.


Terkait dengan dua kubu ini, Fahmi mengistilahkan antara Koalisi Kesadaran Nasional yang dipimpin PDI Perjuangan, dan kondisi status quo koalisi Setgab Jilid 2, yang akan dipimpin Partai Golkar. Dan koalisi Pilpres ini akan berlanjut hingga koalisi parlemen di masa mendatang, misalnya terkait dengan pembahasan KUHAP di DPR yang berpotensi mengamputasi kekuatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tentu publik sudah cerdas  membaca yang sangat berkepentingan agar KPK ini tidak lagi ganas dalam melanjutkan pemberantasan korupsi. Inilah sejatinya Perang Pandawa dan Kurawa yang mengerikan dalam pilpres 2014," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya