Berita

ari junaedi/net

Hanura Lebih Baik Introspeksi dan Segera Evaluasi Pencapresan Win-HT

JUMAT, 11 APRIL 2014 | 08:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski perolehan suara naik dari 3,77 persen pada Pemilu 2009 menjadi 5,4 persen pada Pemilu 2014, namun Hanura gagal mengantarkan pasangan Wiranto-Hari Tanoesudibyo (WIN-HT) melangkah ke Pilpres.

Di sisi lain, kata pengamat komunikasi politik Ari Junaedi, terjadi anomali pada hasil raihan suara Hanura dengan begitu massifnya serbuan iklan di "darat, laut dan udara" yang digencarkan MNC Grup, payung kelompok media yang dimiliki HT.

"Yang saya maksud dengan iklan di darat adalah banyaknya pamflet, spanduk, poster dan umbul Win-HT. Sedangkan di udara, intensnya iklan Win-HT di televisi, radio dan media online. Sampai-sampai Wiranto dan HT rela menjadi pemeran fakir miskin untuk mendramatisir tayangan. Tidak ketinggalan di laut, perahu-perahu nelayan pun disasar sebagai medium kampanye Hanura," kata Ari kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 11/4).


Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini, Hanura sebaiknya tidak perlu menunggu lama pasca diketahuinya hasil hitung cepat yang mendekati persentase sampel 100 persen.

"Saya tidak yakin parpol-parpol lain mau berkoalisi dengan Hanura yang masih keukeuh mempertahankan paket Win-HT. Tentunya keberadaan pasangan Win HT harus dievaluasi," saran Ari, sambil mengatakan Hanura sebaiknya harus introspeksi sebab nama Wiranto memang sudah bukan eranya lagi.

"Indonesia butuh penyegaran kepemimpinan nasional dan pemilih sudah mulai realistis dengan pilihan itu. Jangan harapkan gencarnya iklan bisa mempengaruhi preferensi politik pemula yang kadung gandrung dengan sosok muda,"tandas Ari Junaedi

Ari menambahkan, kenaikkan suara sebesar dua persen bisa diraih Hanura karena mendapat rezeki limpahan dari pemilih Demokrat sebelumnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya