Berita

net

Politik

IKLAN KAMPANYE

Hanura Paling Royal, PBB Paling Irit

JUMAT, 11 APRIL 2014 | 04:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Hanura menjadi partai paling royal membelanjakan uang untuk beriklan di televisi. Hasil monitoring dan riset SIGI Kaca Pariwara menunjukan, iklan kampanye milik Partai Hanura paling banyak tayang dengan jumlah tayangan iklan sebanyak 2.489 kali.

Iklan-iklan tersebut muncul di 10 stasiun televisi swasta nasional selama masa kampanye terbuka pemilihan legislatif berlangsung pada 16 Maret hingga 5 April 2014.

"Dari jumlah frekuensi tayang, iklan-iklan kampanye milik Partai Hanura yang paling aktif. Hasil valuasi berdasarkan perhitungan harga iklan, Hanura membelanjakan uang senilai total Rp 70.501.000.000," papar Direktur SIGI, Sapto Anggoro, dalam keterangannya kepada redaksi (Kamis, 10/4). 


Sementara itu, Sapto menjelaskan, PBB menjadi partai yang paling irit mengeluarkan uang untuk iklan tayangan televisi (television commercial/TVC). Tercatat hanya 5 kali iklan PBB yang muncul, yang jika dikalkulasi hanya menghabiskan uang Rp 400 juta.

Yang menarik, hasil riset menunjukan dua parpol yang secara kasat mata aktif mengeluarkan iklan ‘berbau’ politik jauh-jauh hari, yakni Golkar dan Gerindra, nampaknya tidak terlalu ngotot membanjiri masa kampanye terbuka dengan tayangan iklan kampanye. 

"Total pengeluaran Golkar sebesar Rp 39.884.500.000, Gerindra sebesar Rp 26.490.900.000," kata Sapto.

Lebih lanjut dia jelaskan, Partai Demokrat tercatat menjadi partai royal kedua setelah Hanura dengan biaya iklan yang dikeluarkan sebesar Rp56.857.800.000. Menyusul dalam daftar partai royal lainnya yakni PAN dengan Rp 43.802.000.000, PDIP Rp 33.588.500.000, Nasdem Rp 33.288.000.000, PKB dengan Rp 20.682.300.000.

Kemuidian PPP dengan biaya iklan sebesar Rp 9.691.400.000, PKS Rp 4.932.500.000, dan PKPI dengan Rp 3.175.000.000.

"Perhitungan tidak memasukkan unsur non-teknis. Kami mengabaikan adanya afiliasi beberapa parpol terhadap beberapa stasiun televisi," ujar Sapto.

"Jika semua belanja iklan dikalkulasi, total ada sekitar Rp 340 miliar lebih yang dibelanjakan parpol untuk industri televisi. Itu belum termasuk nilai produksi dari pembuatan iklan masing-masing," demikian Sapto.[dem]
 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya